Berkah digitalisasi, Susandewiksu sukses di tengah pandemi

Berkah digitalisasi, Susandewiksu sukses di tengah pandemi

Proses logistik toko bahan kue Susandewiksu di Malang, Jawa Timur. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Susan Dewi, pemilik toko bahan kue Susandewiksu di Malang, Jawa Timur, berhasil membuktikan bahwa adaptasi usaha ke dunia digital dapat memberikan keuntungan, bahkan kian memajukan bisnis yang digelutinya sejak empat tahun lalu.

Berbekal hobi membuat kue serta menjadi lulusan food science memberikan inspirasi untuk memulai usaha toko bahan kue. Kendati demikian, pada awalnya Susan tidak memahami digitalisasi bisnis yang umum dikenal dengan berjualan produk melalui platform e-commerce.

Baca juga: Menkop UKM sebut digitalisasi bagian penting penguatan ekonomi UMKM

Pintu menuju sukses terbuka setelah suaminya memberikan dorongan kepada Susan untuk berbisnis online. Suaminya yang bekerja di bidang digital marketing bercerita, Indonesia dan negara lain mulai mengadopsi perubahan dari offline ke online, salah satunya lewat platform e-commerce.

"Kesempatan yang ada harus dilanjutkan dengan taking action yaitu kita mencobanya. Di awal memulai bisnis, kami tidak ada nama toko akhirnya suami mendaftarkan atas nama saya susandewiksu," kata Susan dalam siaran pers, Selasa.

"Boleh dibilang nama tokonya asal, tetapi luar biasa saya berterima kasih dengan Shopee dapat membantu kami yang awalnya buta teknologi menjadi gajah dalam waktu singkat menurut penilaian para supplier kami” ujarnya.

Susan Dewi yang awalnya menjalankan bisnis sebagai sampingan, kini menjadikan toko Susandewiksu sebagai fokus kegiatannya. Ia mengatakan, apabila bisnis dilakukan dengan pola pikir sampingan, maka hasilnya pun akan sampingan.

Namun jika diasuh dengan pola pikir yang terarah, ia berpendapat bisnisnya di Shopee akan memiliki pertumbuhan yang baik serta selalu didukung oleh pihak Shopee yang terus berkomunikasi agar bisnisnya bertumbuh.

Gayung pun bersambut, gerai Susandewiksu menuai respon positif dari pengguna Shopee. Sejalan dengan itu, bisnis Susan pun berkembang, misalnya dari jumlah pegawai awal sebanyak dua orang asisten rumah tangga, kini memiliki 30 karyawan yang siap sedia mendukung jalannya usaha.

Baca juga: Riset: Transformasi digital UMKM perlu edukasi dan pendampingan
Toko bahan kue Susandewiksu di Malang, Jawa Timur, (ANTARA/HO)


Berkah Digitalisasi

Susan akhirnya memahami bahwa kunci untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih jauh adalah dengan mengadopsi sistem bisnis secara digital.

Dengan kemudahan transaksi, target pasarnya secara otomatis mulai mencari kebutuhan bahan baku kue secara online. Maka, secara pertumbuhan, Susandewiksu berhasil meningkat lebih dari dua kali lipat di tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya di 2019.

“Service Excellence” adalah strategi yang diterapkan Susan untuk menjalankan bisnisnya, dengan cara menjaga kualitas produk serta service yang diberikan kepada pelanggan.

Susan mengutamakan jati diri karakter brand serta pengalaman belanja yang unik sebagai kunci Susandewiksu untuk meraih loyalitas konsumen agar usahanya laris manis.

Dari hasil strategi Service Excellence, Susan menemukan satu konsumen yang melakukan pembelian hingga 32 kali dengan nominal pembelanjaan yang semakin besar.

Baca juga: Digitalisasi jadi kunci utama dukung sektor parekraf

Menyambut Big Ramadan Sale Shopee

Memasuki bulan Ramadhan, ketika jenis usaha yang dijalankan Susan merupakan salah satu kategori paling banyak dibutuhkan pembeli, Susandewiksu mempersiapkan secara detail bisnisnya agar bisa menjawab kebutuhan pasar.

Persiapan dan kelancaran logistik telah dipastikan untuk mengantisipasi lonjakan pesanan. Sedangkan produk juga harus dipastikan "ready stock" setiap hari dan selalu cepat diproduksi kembali karena kebutuhan pelanggan akan bahan baku kue dan makanan ringan semakin beragam.

Susan juga mengikuti kampanye Big Ramadan Sale dari Shopee. Lewat kampanye itu, pembeli dapat memenuhi berbagai kebutuhan esensial harian dengan ragam penawaran menarik dari Shopee.

Hasilnya pun terlihat, di tengah kampanye tersebut gerai Susandewiksu sempat mendapat 700-800 pesanan dalam sehari. Tantangan itu dapat diselesaikan berkat mempersiapkan tim yang sigap untuk melakukan packing hingga pengiriman barang dengan SLA yang ia tentukan, maksimal harus terkirim dalam 2 jam lewat ojek online.

Kini usahanya yang dimulai dari garasi rumah itu sudah memiliki fasilitas yang terintegrasi dengan rekanan ekspedisi lokal yang siap mengantarkan produk-produk Susandewiksu.

Jangan malu dan terus belajar

Keberhasilan Susandewiksu menggiring Susan menjadi pembicara di sebuah seminar tentang bisnis online. Peserta yang menonton hampir semua berdecak kagum, namun lucunya ada satu peserta yang bertanya bagaimana caranya mendaftarkan usaha di Shopee.

Susan kemudian menceritakan pengalamannya saat awal mendaftarkan, ketika itu ia dibantu oleh suaminya.

Pada seminar itu Susan menyampaikan kepada para peserta bahwa ibu rumah tangga yang gaptek bukanlah alasan untuk tidak memulai usaha yang dapat dipelajari dengan berbagai sumber informasi, kuncinya adalah berani memulai.

Untuk itu, Susan berharap Shopee selalu memberikan inovasi-inovasi terutama agar produk bisa lebih cepat sampai ke tangan konsumen seperti yang dilihat di negara-negara lain.


Baca juga: UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis

Baca juga: Kiat manfaatkan platform digital untuk iklankan produk UMKM

Baca juga: Brand sepatu Bogor tembus pasar ekspor berkat digitalisasi UMKM

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jabar gandeng Shopee wujudkan UMKM Go Digital di pelosok desa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar