Yogyakarta hentikan sekolah tatap muka jika wilayah zona oranye-merah

Yogyakarta hentikan sekolah tatap muka jika wilayah zona oranye-merah

Ilustrasi - Petugas sekolah mengukur suhu tubuh orangtua/wali murid saat pengambilan surat keterangan lulus pelajar kelas IX di SMP Taman Dewasa Jetis, Yogyakarta, Senin (8/6/2020). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.)

Uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta hanya dilakukan di zona hijau dan kuning. Begitu wilayah tersebut masuk menjadi zona oranye atau merah, maka uji coba akan langsung dihentikan
Yogyakarta (ANTARA) - Pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta yang dilakukan berbarengan dengan penyelenggaraan ujian sekolah hanya dilaksanakan di wilayah yang masuk zona hijau dan kuning dan akan dihentikan jika wilayah masuk zona oranye atau merah.

“Uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta hanya dilakukan di zona hijau dan kuning. Begitu wilayah tersebut masuk menjadi zona oranye atau merah, maka uji coba akan langsung dihentikan,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.

Berdasarkan aturan zonasi dalam Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, sebagian besar rukun tetangga (RT) di Kota Yogyakarta masuk zona hijau.

Dari 2.535 RT sebanyak 2.397 RT di antaranya masuk zona hijau atau mencapai 94,56 persen. Sedangkan 137 RT masuk zona kuning atau 5,4 persen.

Zona oranye hanya muncul di satu RT yang berada di Kelurahan Baciro, dan tidak ada RT yang masuk dalam kategori zona merah.

“Makanya, kunci dalam pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka ini sebenarnya berada di wilayah. Yaitu bagaimana wilayah mampu menjaga agar wilayahnya tetap berada di zona hijau. Kuncinya justru ada di masing-masing wilayah,” katanya.

Kegiatan uji coba sekolah tatap muka di Kota Yogyakarta dilakukan dua tahap. Pada tahap pertama yang berlangsung pekan ini hingga 7 Mei diikuti 10 sekolah, masing-masing lima SD dan lima SMP. Sedangkan tahap kedua akan digelar 20 Mei hingga 17 Juni.

Siswa di tiap sekolah masuk tiga kali dalam sepekan. Setiap kelas hanya dibagi dalam dua kelompok yang masuk bergantian setiap hari.

“Memang tidak dibagi dalam shift karena pergantian shift justru berpotensi menimbulkan kerumunan. Anak yang datang dan pulang sekolah bisa bertemu,” katanya.

Setiap kelas untuk jenjang SD hanya dihadiri 12 anak, sedangkan untuk SMP diikuti 17 anak per kelas. “Pembelajaran juga tetap dilakukan melalui zoom meeting bagi anak yang kebetulan mendapat giliran bersekolah online,” katanya.

Ia berharap seluruh siswa dan guru bisa mematuhi protokol kesehatan selama melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah agar kasus COVID-19 pun terkendali.

Selama 10 pekan terakhir, katanya, pertumbuhan kasus COVID-19 di Yogyakarta cenderung stabil dengan penambahan 150 hingga 200 kasus per pekan.

“Artinya, belum ada penurunan yang signifikan dan masih terus diupayakan agar kasus turun,” demikian Heroe Poerwadi.

Baca juga: Disdikpora DIY tunjuk 10 sekolah percontohan pembelajaran tatap muka

Baca juga: Yogyakarta lengkapi sarpas pencegahan COVID-19 di sekolah

Baca juga: Yogyakarta tetap lanjutan pembelajaran sekolah secara daring

Baca juga: BOSDA khusus disiapkan untuk sekolah di Yogyakarta cegah COVID-19

 

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Politeknik Negeri Jember uji coba mobil bertenaga surya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar