Timika (ANTARA News) - Sebanyak 13 orang dilaporkan mengalami luka-luka setelah diterpa tanah longsor di Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Selasa pagi.

Manajer Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Budiman Moerdijat membenarkan peristiwa longsor itu terjadi di Kampung Utikini Lama, di luar areal pertambangan Freeport.

Budiman mengatakan,para korban yang terkena longsor merupakan warga pendulang tradisional .

"Menurut laporan yang kami terima terdapat 13 orang korban luka," jelas Budiman.

Ia menambahkan, PT Freeport melalui Emergency Response Group (ERG) telah memberikan bantuan kepada para korban yang mengalami luka-luka akibat terkena longsor.

Sementara itu Kapolres Mimika, AKBP Mochammad Sagi yang dikonfirmasi ANTARA di Timika, hingga kini belum bisa dimintai keterangannya terkait peristiwa longor di Tembagapura.

Menurut catatan ANTARA, selama beberapa tahun terakhir peristiwa longsor kerap terjadi di wilayah sekitar Tembagapura.

Pada 2008, sebanyak 19 orang pendulang tradisional ditemukan tewas setelah kamp mereka diterjang bongsoran batu dan pasir akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa minggu.
(E015/A024)


Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010