Guru besar: Ramadhan bebaskan diri dari tuntutan materil

Guru besar: Ramadhan bebaskan diri dari tuntutan materil

Guru Besar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) Prof Dr M Yunan Yusuf di Jakarta, Selasa (27/4). ANTARA/Indriani

konsistensi dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan Allah SWT
Jakarta (ANTARA) - Cendikiawan Muslim Prof Dr M Yunan Yusuf mengatakan Ramadhan hendaknya dijadikan ajang untuk mendidik jiwa dan dapat mendisiplinkan diri dengan melatih “sel disiplin” pada tiap individu.

“Dengan melatih 'sel disiplin' maka akan menghasilkan pribadi kuat atau kokoh yang mampu mengalahkan dirinya sendiri dan membebaskan diri dari tuntutan materi yang mendorong manusia untuk pergi mengumpulkan materi dunia,” ujar Yunan dalam Kajian Ramadhan secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Guru Besar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) tersebut mengutip nasehat Buya Hamka mengenai Ramadhan yang membebaskan. Buya Hamka, lanjut dia, mengatakan bulan puasa merupakan ajang untuk melatih diri bebas dari tuntutan kehidupan sehari-hari yang bersifat materi.

“Misalnya saat pulang ke rumah dan membuka kulkas, bisa saja makan karena anak-anak tidak ada yang melihat. Tapi hati kita tidak mau melakukannya, karena kita diperintahkan untuk berpuasa dan dilarang makan dan minum pada siang hari,” terang dia.

Baca juga: Muhammadiyah: Ramadhan kuatkan iman-takwa umat jalani hidup

Oleh karena itu, apa yang dilakukan itu merupakan pendidikan jiwa agar menghasilkan disiplin diri dan membebaskan keinginan seperti makan, minum, berbicara yang tidak ada gunanya, hasrat seksual, maupun sifat tidak terpuji.

“Dalam hal ini diperlukan satu tingkat kesabaran yakni konsistensi dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan Allah SWT. Disamping menerima bentuk musibah (menahan lapar dan haus), kita juga harus konsisten untuk tidak makan sampai pada waktu berbuka,” terang dia.

Jika seseorang tidak bisa membebaskan diri dan terus-menerus mengikuti hawa nafsu, maka orang tersebut tidak akan mampu memimpin orang lain. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar umat Muslim menjadikan Ramadhan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Baca juga: Ramadhan bentuk pribadi menjadi lebih baik
Baca juga: Hikmah puasa latih diri perbanyak ukhrawi


Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polrestabes Bandung ringkus 116 pelaku kejahatan selama Ramadhan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar