IHSG diprediksi bergerak datar seiring minimnya sentimen

IHSG diprediksi bergerak datar seiring minimnya sentimen

Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar telepon selular di Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Pasar juga menanti pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi PNS di minggu ini yang dapat menggairahkan industri ritel di tengah larangan mudik
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diprediksi bergerak datar seiring minimnya sentimen di pasar.

IHSG dibuka menguat tipis 0,33 poin atau 0,01 persen ke posisi 5.959,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,43 poin atau 0,05 persen ke posisi 890,92.

"Kami memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak terbatas seiring dengan minimnya sentimen positif," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Pasar juga menanti pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi PNS di minggu ini yang dapat menggairahkan industri ritel di tengah larangan mudik.

Ada pula isu reshuffle kabinet yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, yang diperkirakan akan membuat investor lebih memilih untuk wait and see.

Baca juga: IHSG ditutup melemah tipis di tengah variasi bursa regional

Dari eksternal, bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup cenderung datar. Para pelaku pasar masih memilih untuk menunggu rilis laporan keuangan dari berbagai emiten dan kelanjutan proposal Presiden AS Joe Biden tentang kenaikan pajak pendapatan kapital.

Pelaku pasar juga menanti hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terkait suku bunga AS dan arah kebijakan The Fed ke depannya. Konsensus memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi 10 tahun AS mencapai 1,625 persen, naik 3,5 persen dari hari sebelumnya.

Selain itu, rilis data keyakinan konsumen AS yang berada di level 121,7, tertinggi sejak Februari 2020, mengindikasikan adanya potensi kenaikan belanja masyarakat AS.

Dari pasar komoditas, harga minyak menguat didukung optimisme OPEC+ bahwa permintaan minyak tetap solid meskipun adanya gelombang kedua pandemi COVID-19 di sejumlah wilayah.

Harga beberapa komoditas lain juga menguat, seperti tembaga, nikel, batubara, dan CPO. Sementara itu, harga emas dan timah turun tipis.

Perkembangan kasus COVID-19 global diperkirakan akan tetap menjadi kekhawatiran utama investor. Kenaikan laju kasus di Filipina membuat negara tersebut menjadi negara ASEAN ke-2 yang memiliki lebih dari satu juta kasus. Ledakan COVID-19 di India pun masih belum terkendali hingga saat ini.

Di Indonesia, Selasa (27/4/2021) kemarin tercatat ada tambahan 4.656 kasus baru dan 4.884 pasien sembuh. Saat ini, total kasus aktif Indonesia tercatat mencapai 100.256 kasus.

Program vaksinasi juga masih terus berjalan. Hampir 12 juta penduduk Indonesia menerima vaksinasi tahap pertama dan 7,2 juta orang telah menerima vaksinasi tahap kedua.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 116,83 poin atau 0,4 persen ke 29.108,72, indeks Hang Seng naik 64,85 poin atau 0,22 persen ke 29.006,39, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,41 poin atau 0,01 persen ke 3.214,02.

Baca juga: Wall Street bervariasi, laporan laba dan pertemuan Fed jadi fokus
Baca juga: Minyak naik ditopang optimisme permintaan meski kasus Covid melonjak
Baca juga: Tunggu sinyal kebijakan Fed, emas berjangka terkikis 1,3 dolar

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PSBB Jawa-Bali, Airlangga : IHSG positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar