Laporan dari Kuala Lumpur

Malaysia terapkan 14 hari karantina cegah varian baru COVID-19

Malaysia terapkan 14 hari karantina cegah varian baru COVID-19

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin saat meninjau Bazar Ramadan di Presint 3, Putrajaya, Malaysia. ANTARA/HO-PMO/aa.

Ujian deteksi COVID-19 akan dilakukan pada hari ke-10 dan mereka akan dilepaskan dari karantina pada hari ke 14 sekiranya keputusan tes-nya adalah negatif
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) akan menerapkan perpanjangan karantina dari tujuh hari menjadi 14 hari bagi pendatang atau wisatawan yang negara asalnya melaporkan adanya varian baru COVID-19.

"Ujian deteksi COVID-19 akan dilakukan pada hari ke-10 dan mereka akan dilepaskan dari karantina pada hari ke 14 sekiranya keputusan tes-nya adalah negatif," ujar Menteri KKM, Dato' Sri Dr Adham Baba dalam jumpa pers di Putrajaya, Rabu.

Adham mengatakan KKM senantiasa waspada dengan peningkatan kasus COVID-19 karena kini peningkatan kasus terdeteksi di beberapa negeri (negara bagian) khususnya di Sarawak, Kelantan dan Selangor.

"Rata-rata pelaporan kasus harian COVID-19 di Malaysia melebihi 2.500 kasus mulai 20 April 2021," katanya.

KKM telah menggiatkan langkah-langkah untuk menangani peningkatan ini seperti yang dirancang dalam Strategi Pengurusan Pandemik di bawah Kelompok Kerja Sekuriti Kesehatan.

Diantara aktivitas lain yang telah dan akan terus dilaksanakan bagi melandaikan kurva pandemik COVID-19 di Malaysia termasuk meningkatkan pelaksanaan dan pematuhan Non-Pharmaceutical Intervention (NPI).

"Mengelakkan 3S (elakkan kawasan yang sesak, sempit dan sembang atau mengobrol dengan jarak yang dekat), mengamalkan 3W (amalkan wash, wear dan warn), menekankan pembudayaan norma baru dalam aktivitas harian termasuk bekerja dari rumah, mengadakan musyawarah / seminar secara virtual," katanya.

KKM akan menjalankan tes komunitas untuk mendeteksi penularan COVID-19 untuk memastikan tindakan pengawalan dan pencegahan dapat diambil dengan segera guna menghindari kejadian klaster yang besar.

Kemudian meningkatkan tes menggunakan "health screening booth" di lapangan dengan kerjasama pelayanan kesehatan swasta dan sukarelawan kesehatan khususnya di kawasan merah.

"Kami juga membuat tes bersasar di lokalisir dimana prevelans COVID 19 lebih dari 10 persen berdasarkan concordance test menggunakan RTK Ag," katanya.

Kemudian, negara ini juga berupaya mengurangi penularan COVID-19 dalam komunitas melalui pengasingan kasus serta pemantauan harian kasus kategori satu dan dua oleh COVID-19 Assessment Centre (CAC).

Baca juga: Malaysia sekat kedatangan dari India untuk sementara

Baca juga: Mahathir: kasus COVID-19 di atas 2.000 serius

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hari pertama total lockdown, Kuala Lumpur sepi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar