Polisi ungkap pengeroyokan tewaskan mahasiswa Stikosa AWS

Polisi ungkap pengeroyokan tewaskan mahasiswa Stikosa AWS

IKA Stikosa AWS mendatangi Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk memberi dukungan penyelidikan terkait tewasnya seorang mahasiswa akibat pengeroyokan, Rabu (28/04/2021). ANTARA/HO-IKA STIKOSA/HN.

Surabaya (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengungkap kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Alamamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS).

Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ganis Setyaningrum mengungkapkan, korban bernama Zainal Fattah, usia 25 tahun, sempat melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka dideritanya.

"Korban sempat tak sadarkan diri akibat peristiwa pengeroyokan tersebut dan waktu itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Sepulangnya dari rumah sakit korban datang ke kantor polisi untuk melaporkan para pelaku. Namun akhirnya meninggal dunia setelah melewati masa-masa kritis," ujarnya saat konferensi pers di Surabaya, Rabu.

Baca juga: Anggota Brimob tewas diduga korban pengeroyokan
Baca juga: Polisi tangkap dua mahasiswa asal Papua akibat pengeroyokan
Baca juga: Polda NTB tetapkan lima pengeroyok WNA Amerika sebagai tersangka


Polisi telah menangkap dua pelaku pengeroyokan, yaitu Achmad Gufron (23) dan Mohammad Imron (20), warga Jalan Kalimas Baru Surabaya, yang masih tetangga satu kampung dengan korban.

Menurut penyelidikan polisi, peristiwa pengeroyokan bermula saat dua kelompok patroli sahur di wilayah Kalimas Surabaya bertemu dan terjadi kesalahpahaman.

"Kedua kelompok itu kemudian bergesekan. Salah satu kelompok mengadukan ke Fattah karena kalah jumlah orang. Namun sesampainya di tempat kejadian perkara, Fattah yang berniat melerai justru dikeroyok hingga babak belur sampai terluka parah. Di antaranya ada yang memukul menggunakan balok kayu, pipa besi dan batu," ucap Ganis.

Uang senilai Rp900 ribu dan dua telepon seluler milik korban turut dirampas saat pengeroyokan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Stikosa AWS M Zurqoni mendatangi Markas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendukung proses penyelidikan polisi.

"Kami mengapresiasi kinerja polisi dalam mengungkap kasus kematian Zainal Fattah. Sejauh ini sudah ada progres yang bagus dengan menangkap dua orang pelaku. Menurut kepolisian, beberapa pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran," katanya.

Pewarta: Fiqih Arfani/Hanif Nashrullah
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar