Artikel

Ketika Bahlil Lahadalia naik "pangkat" jadi Menteri Investasi

Oleh Ade irma Junida

Ketika Bahlil Lahadalia naik "pangkat" jadi Menteri Investasi

Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal setelah dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu, (28/4/2021) untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 yang digelar di Istana Negara, Jakarta. ANTARA/Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden/pri.

Mulai sekarang harus berpikir jadi entrepreneur, menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain
Jakarta (ANTARA) - Satu setengah tahun berjibaku mengurus masalah investasi saat memimpin Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia kini resmi naik pangkat jadi Menteri Investasi.

Dilantik di Istana Negara, Rabu (28/4), oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahlil Lahadalia mengambil sumpah sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan 2019-2024.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Bahlil Lahadalia yang dipandu Presiden Jokowi dan rohaniawan.

Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, pada 7 Agustus 1976 itu punya latar belakang sebagai pengusaha dengan memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai induk perusahaan.

Dengan pengalamannya sebagai pengusaha, Bahlil Lahadalia pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015–2019.

Di dunia politik, Bahlil Lahadalia pernah bergabung sebagai kader Partai Golkar. Namun ia sudah keluar dari partai tersebut pada 2009.

Meski lahir di Maluku, Bahlil melanjutkan sekolah dan meraih gelar sarjananya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.

Manis karirnya saat ini sungguh berbeda dengan pahitnya kehidupan yang dijalaninya sejak kecil. Dalam berbagai kesempatan, Bahlil Lahadalia kerap menceritakan pengalaman hidupnya yang merupakan seorang putra dari ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Kondisi tersebut membuatnya mandiri dan punya tekad kuat untuk sukses.

"Ketika SD, saya harus pikul kelapa dari gunung api untuk membiayai uang sekolah saya. Ketika saya melanjutkan sekolah ke Papua, saya berjualan kue dari rumah ke rumah, dari hasil yang Ibu saya buat. Saya juga pernah menjual koran, menjadi kondektur dan sopir angkot. Tapi saya tidak pernah malu," kisah Bahlil Lahadalia dalam suatu kesempatan.

"Bertransformasi dari hidup susah, pernah menjadi kondektur dan sopir angkot, lalu bisa menjadi Ketua Umum HIPMI, yang baru kali itu berasal dari Timur. Kini, 44 tahun kemudian, dipercaya oleh Bapak Presiden untuk mengemban amanah menjadi Kepala BKPM. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan," lanjutnya.

Karena pengalamannya itu, Bahlil Lahadalia pun kerap mendorong dan memberi semangat anak-anak muda, khususnya mahasiswa, untuk jadi pengusaha sukses.

"Mulai sekarang harus berpikir jadi entrepreneur, menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain," pesannya.

Baca juga: Presiden lantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi


Kinerja cemerlang

Memimpin BKPM sejak Oktober 2019, rekam jejak Bahlil Lahadalia bisa disebut gemilang. Pasalnya, ia berhasil mencetak sejumlah prestasi, mulai dari mengeksekusi investasi mangkrak hingga menarik sejumlah perusahaan asing merelokasi investasi mereka ke Tanah Air.

Dalam catatan BKPM, dari total Rp708 triliun investasi mangkrak, hingga kini ia telah berhasil mengeksekusi Rp517,6 triliun atau sekitar 73 persen.

Ada pun terkait relokasi, di masa kepemimpinan Bahlil Lahadalia, belasan perusahaan memastikan diri untuk merelokasi perusahaan mereka ke Indonesia.

Pada Juli 2020, sudah ada satu perusahaan asal Taiwan PT Meiloon Technology Indonesia, yang telah melakukan peletakan batu pertama pabrik di Subang, Jawa Barat. Meiloon merelokasi investasinya dari Suzhou, China, ke Indonesia, senilai total 90 juta dolar AS.

Di sisi lain, ada 13 perusahaan lain yang memastikan diri akan merelokasi investasi senilai 6,9 miliar dolar AS dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 65 ribu orang.
Kendati pandemi COVID-19 membuat aliran investasi global tersendat, tapi realisasi investasi di Indonesia sepanjang 2020 lalu tercatat mencapai Rp826,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp817,2 triliun dan tumbuh 2,1 persen dibandingkan capaian realisasi investasi 2019 sebesar Rp809,6 triliun.

Baca juga: Presiden beri Bahlil target investasi Rp900 triliun


Beda Kewenangan

Dalam konferensi pers usai dilantik menjadi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan perbedaan kewenangan BKPM dan Kementerian Investasi.

BKPM selama ini hanya mengeksekusi regulasi tapi tak memiliki kewenangan untuk menyusunnya. Naiknya status BKPM menjadi Kementerian Investasi akan jadi titik di mana lembaga itu akan bisa membuat dan mengintegrasikan urusan investasi secara komprehensif.

"Dan kita bisa menjadi vocal point untuk menghubungkan, mengolaborasi, menjahit sektor-sektor investasi. Posisinya sama dengan kementerian lain," kata Bahlil Lahadalia.

Kementerian Investasi pun bertekad untuk mengurus semua investasi, tak hanya dari dalam dan luar negeri juga tak hanya mengurus investasi skala besar melainkan pula yang kecil.

Kementerian Investasi juga akan melakukan kolaborasi investasi besar dengan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Bapak Presiden memerintahkan kami harus mengurus pengusaha semuanya. Tidak boleh ada pengurusan negara tertentu saja atau satu daerah tertentu saja. Semuanya rata berdasarkan aturan. Ini bagian implementasi sila keempat demokrasi ekonomi," kata Bahlil  Lahadalia.

Sejak menjadi Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia sudah memikul sejumlah beban, salah satunya target realisasi investasi Rp900 triliun. Target tersebut bahkan disampaikan langsung Presiden Jokowi kepada Bahlil.

Selain target investasi bernilai fantastis, Menteri Investasi juga diminta untuk terus mendorong investasi berkualitas. Investasi berkualitas yang dimaksud yaitu investasi yang merata antara Jawa dan luar Jawa.

Menteri Investasi juga diminta untuk memadukan pengusaha besar dengan pengusaha kecil dan UMKM. Tidak lupa, satu hal prioritas, yaitu mempercepat pengurusan perizinan.

"Itu perintah Bapak Presiden. Karena menahan izin itu sama dengan menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional, menahan izin itu sama dengan menahan penciptaan lapangan pekerjaan," kata Bahlil Lahadalia.

Dengan naik pangkatnya BKPM jadi Kementerian Investasi diharapkan pula dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk masuk dan menanamkan modal di Indonesia.

Aliran modal di Tanah Air akan mampu menggerakkan ekonomi dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan, dan ujungnya berdampak pula untuk turut mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Bahlil jelaskan beda BKPM dengan Kementerian Investasi

 

 

Oleh Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden beri target Rp900 triliun kepada Menteri Investasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar