Anti Hoax

Video pasukan TNI secara masif setelah insiden Kabinda Papua? Ini faktanya

Video pasukan TNI secara masif setelah insiden Kabinda Papua? Ini faktanya

Kehadiran aparat gabungan TNI/Polri di Kabupaten Puncak membuktikan negara hadir untuk melindungi warga dan menjaga stabilitas keamanan daerah. (ANTARA News Papua/HO-Satgas Ops Nemangkawi)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Beredar video di aplikasi percakapan Whatsapp yang menunjukkan pasukan TNI sedang berbaris di sebuah pelabuhan.

Video itu juga memperlihatkan truk-truk militer di antara para tentara.

Sementara, unggahan video itu ditambahkan narasi yaitu pengiriman pasukan setelah insiden penembakan Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)

Berikut narasi pada unggahan video itu:
"Buntut terbunuhnya jenderal BIN di papua. Pengiriman pasukan TNI secara masiv ke Papua sedang dipersiapkan. Perintahnya tegas, lakukan yg terbaik buat NKRI & tertibkan KKB. Mereka Bangkitkan amarah Jkw,,, KKB, blm kenal Jkw tuh.!!! mereka akan menyesali perbuatan mereka.”

Lalu benarkah video itu adalah tampilan pengiriman tentara ke Papua setelah penembakan Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu?
 
Tangkapan layar video yang mengatakan barisan tentara dikirim secara masif pascaterbunuhnya Ketua BIN Papua (Turnbackhoax.id)


Penjelasan:
Video yang menampilkan pasukan TNI di pelabuhan Papua dan diklaim sebagai pengiriman pasukan setelah peristiwa penembakan Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu merupakan hoaks.

Mengacu klarifikasi Turnbackhoax.id, video itu telah beredar di kanal TikTok pada 8 Maret 2020, sebelum peristiwa penembakan Brigjen I Gusti Putu Danny oleh KKB di Papua.

Video menampilkan pasukan dari Kesatuan Batalyon Yonif 131 Braja Sakti yang ditugaskan dalam Operasi Satuan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Papua Nugini.

Klaim : Video pasukan TNI secara masif setelah insiden Kabinda Papua
Rating: Hoaks

Cek fakta: Vaksinasi COVID-19 saat haid turunkan imun? Cek faktanya

Cek fakta: Video mayat bergelimpangan akibat penularan varian COVID-19 India

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkominfo ingatkan masyarakat tak sulut hoaks, jelang putusan MK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar