Laporan dari China

China dapat kasus impor COVID dari India dan Indonesia

China dapat kasus impor COVID dari India dan Indonesia

Sejumlah warga negara asing dari Timur Tengah memasuki ruang observasi sentra vaksinasi sementara di kawasan Chaoyang Park, Beijing, setelah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 tahap kedua, Senin (12/4/2021). Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan edaran kepada WNA Muslim untuk melakukan vaksin tahap kedua mendahului jadwal yang telah ditetapkan atas pertimbangan WNA Muslim di China melaksanakan puasa bulan Ramadhan mulai Selasa (13/4/2021). ANTARA/M. Irfan Ilmie/

Beijing (ANTARA) - China mendapatkan kasus COVID-19 impor pada Selasa (27/4) dari sejumlah negara, yakni India, Indonesia, Turki, dan Jepang.

India menyumbang dua kasus COVID-19 impor ke China, sedangkan tiga negara lainnya masing-masing satu kasus, demikian data otoritas kesehatan China, Kamis.

Seorang pakar kesehatan di China mengatakan bahwa gelombang besar kasus COVID-19 di India belum berdampak nyata terhadap negaranya.

Menurut dia, China memiliki mekanisme tersendiri yang lebih efektif dalam mencegah kasus impor melalui kebijakan perbatasan yang sangat ketat.

Pada Selasa (27/4) juga Hong Kong mendapatkan dua kasus impor dari India.

Kasus tersebut terjadi pada seorang anak berusia sembilan tahun dan seorang perempuan berusia 34 tahun. Keduanya warga negara India yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala.

Pada penerbangan tanggal 22 April dari New Delhi, India, mengangkut 188 penumpang.

Hasil tes PCR menunjukkan 53 penumpang pesawat tersebut positif COVID.

Sejauh ini tidak ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah penumpang yang terdampak kasus tersebut. (T.M038)

Baca juga: Penerbangan China pertimbangkan buka kembali jalur kargo ke India
Baca juga: China laporkan 13 kasus baru COVID-19, sehari sebelumnya 9 kasus

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar