KLHK gandeng swasta galakkan gerakan konservasi air

KLHK gandeng swasta galakkan gerakan konservasi air

Ilustrasi siswi peserta Mizuiku (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Republik Indonesia menggandeng pihak swasta dalam menggalakkan gerakan konservasi air.

Gerakan yang dimulai bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia, 22 April dan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei tersebut berupa serangkaian kegiatan "Mizuiku", di mana puncaknya terjadi pada hari ini, mengumumkan penandatanganan secara resmi perjanjian kerja sama antara KLHK dengan Suntory Garuda Beverage (SGB).

Baca juga: KLHK lakukan akselerasi untuk capai target pengelolaan sampah

"Perjanjian kerja sama ini sebagai bentuk keberhasilan KLHK dalam mengkomunikasikan serta mensinergikan upaya pembinaan generasi lingkungan hidup bersama pihak swasta, karena pekerjaan edukasi masyarakat akan pentingnya pelestarian air bersih dan lingkungan hidup ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas program belajar mengajar dengan memperkaya materi pembelajaran dengan modul-modul Mizuiku," kata Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan, BPSDM, KLHK, Cicilia Sulastri, SH., MSc dalam acara daring pada Kamis.

Kerja sama dengan KLHK merupakan tonggak sejarah bagi program Mizuiku di Indonesia dan sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang peduli akan konservasi air dan lingkungan.

Mizuiku sendiri merupakan program edukasi yang sudah dimulai sejak 2019. Itu adalah program pelestarian air dari Suntory yang dirancang untuk membawa anak-anak sekolah untuk lebih menyadari pentingnya air bersih, serta mendorong mereka untuk mencari cara agar dapat melestarikan sumber air bagi masa depan.

Kerjasama KLHK dan SGB dimulai pada 20 – 21 April 2021 dengan mengadakan pelatihan bagi para fasilitator terpilih, total berjumlah 29 orang, untuk meningkatkan pemahaman dan kapabilitas mereka tentang program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS), integrasi program konservasi air ke Rancangan Program Pembelajaran (RPP) dan teknis konservasi air.

"Jumlah fasilitator pada tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding jumlah fasilitator pada awal program. Hal ini mengindikasikan semakin meluasnya Mizuiku dari tahun ke tahun. Pada 21 April 2021, SGB menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk bersama-sama mewujudkan keselarasan program Mizuiku dengan gerakan PBLHS di sekolah-sekolah binaan Mizuiku di Gowa. Kesepakatan ini menjadi 'percontohan'," kata Evelyn Indriani, Head of Corporate Relation and Communications, Suntory Garuda Beverage.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya satu persatu telah menyampaikan komitmen tertulis resmi untuk melaksanakan program edukasi Mizuiku dan pelestarian air bersih di sekolah mereka masing-masing. Dengan demikian, pihak Mizuiku juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan (train-the-trainer) bagi kepala sekolah dan guru, mengikutsertakan siswa dalam program Festival Mizuiku, dan menyelenggarakan sesi kelas Mizuiku beserta perangkat Mizuiku edu tools.

Baca juga: Menteri LHK minta antisipasi untuk daerah konvensional rawan karhutla

Baca juga: KLHK rilis film pendek "Bude Jo Belajar Kelola Sampah"

Baca juga: Hari Bumi, KLHK dorong pasar rakyat terapkan belanja tanpa kemasan

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KLHK ubah lahan bekas tambang di Sumbar jadi taman ekowisata

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar