Dukcapil serahkan 53 akta kematian Awak KRI Nanggala-402

Dukcapil serahkan 53 akta kematian Awak KRI Nanggala-402

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menyerahkan akta kematian awak KRI Nanggala-402 kepada Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, di Mabes TNI AL, Cilangkap. (ANTARA/HO-Kemendagri)

Jakarta (ANTARA) -
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh atas nama Menteri Dalam Negeri secara resmi menyerahkan sebanyak 53 akta kematian awak KRI Nanggala-402 yang gugur dalam tugas.
 
Dirjen Zudan menyerahkannya kepada Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Kamis.
 
Selain akta kematian, juga ikut diserahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) terbaru bagi keluarga yang ditinggalkan.

Baca juga: Kapolri fasilitasi anak prajurit KRI Nanggala jadi anggota Polri
 
"Kami atas nama Menteri Dalam Negeri turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa para awak kapal KRI Nanggala-402," kata Zudan.
 
Pihaknya menyampaikan dokumen kependudukan berupa akta kematian, kartu keluarga dan KTP elektronik terbaru satu pintu melalui Mabes TNI AL agar dapat diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan para korban.
 
"Di Dukcapil itu, kalau ada yang mengurus akta kematian buat yang telah berkeluarga diserahkan 3 dokumen sekaligus," kata Dirjen Zudan.
 
Menurut Dirjen Zudan, penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil kabupaten kota sesuai alamat KTP elektronik atau KK korban.
 
"Hal ini bisa dilakukan karena semua layanan Dukcapil sudah terkoneksi online. Semua dokumen kependudukan ditandatangani secara digital sehingga tidak perlu dilegalisir," kata dia.

Baca juga: Bank Mantap ditunjuk Asabri jadi mitra bayar korban KRI Nanggala
 
Kemudian, dokumennya bisa dicetak dengan kertas putih HVS biasa dengan tanda tangan elektronik lengkap dengan QR Code untuk mengecek keasliannya.
 
Dirjen Zudan menambahkan, dokumen yang diserahkan tersebut sangat diperlukan keluarga korban untuk mengurus keperluan mendesak seperti asuransi, atau keperluan penting mendesak lainnya yang hanya bisa diurus dengan menyertakan dokumen akta kematian korban.
 
Laksmana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono pada kesempatan itu menyatakan sangat berterima kasih atas respon cepat Dukcapil dengan menerbitkan akta kematian dan dokumen lain yang dibutuhkan para keluarga korban.
 
"Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri yang sangat responsif. Kami secepatnya akan menyerahkan kepada keluarga korban," kata Ahmadi Heri Purwono.

Baca juga: Dampingi Presiden, Mensos beri santunan ke ahli waris KRI Nanggala 402

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

NTB raih peringkat tiga ajang IGA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar