BSI optimalkan ziswaf di Indonesia dengan potensi Rp300 triliun

BSI optimalkan ziswaf di Indonesia dengan potensi Rp300 triliun

Warga melintas didepan Kantor Bank Syariah Indonesia, Banda Aceh, Aceh, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.

Per 2020, total dana ziswaf yang terkumpul mencapai Rp12,5 triliun, tumbuh dari 2019 yang Rp10,6 triliun
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengoptimalkan pengumpulan serta penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang potensinya diperkirakan mencapai Rp300 triliun.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan dengan potensi Rp300 triliun, maka apabila dimobilisasi dengan baik, dapat menjadi salah satu sumber dana pembiayaan umat sekaligus untuk pembangunan, baik dari sisi menyalurkan beasiswa pendidikan, membangun community development, dana CSR serta lainnya.

"Potensi yang luar biasa besar ini harus bisa digarap. Sebagai bagian dari ekosistem zakat, BSI memainkan peran penting dalam pengelolaan ziswaf yang reliable dan transparan. BSI akan berkolaborasi dengan Baznas untuk mengumpulkan zakat dan menyebarkannya," ujarnya lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), per 2020, total dana ziswaf yang terkumpul mencapai Rp12,5 triliun, tumbuh dari 2019 yang Rp10,6 triliun.

Tahun ini, jumlahnya diestimasi bisa naik hingga mencapai Rp19,77 triliun. Meski pengumpulannya terus meningkat setiap tahun, namun jumlah ziswaf yang terakumulasi itu belum seberapa dibanding potensinya yang mencapai Rp327,6 triliun.

Dengan kerja sama BSI dan Baznas, menurut Hery, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pengumpulan dan penyaluran ziswaf nasional.

"Melalui kerja sama dengan organisasi pengelola zakat, pemerintah, dan sejumlah asosiasi, BSI memposisikan diri sebagai mitra transaksi dan pemberdayaan masyarakat yang bisa diandalkan untuk pengumpulan ziswaf," katanya.

Ke depannya, lanjut Hery, BSI berencana memperkuat kerja sama dengan memberi layanan counter untuk Baznas di seluruh daerah, kolaborasi pengadaan fitur smart donation dan promosi lainnya, kerja sama dalam publikasi dan literasi layanan ziswaf.

Ketua Baznas KH Noor Achmad menegaskan tingkat literasi zakat di Indonesia masih tergolong menengah-rendah.

Hal ini yang menyebabkan belum optimalnya realisasi ziswaf selama ini. Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang terbiasa mengumpulkan ziswaf melalui pihak lain nonlembaga pengumpul resmi yang jumlahnya diestimasi mencapai Rp61,3 triliun.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Baznas gencar melakukan kampanye Gerakan Cinta Zakat yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo belum lama ini.

Kampanye ini dibuat untuk mendorong pengumpulan ziswaf dan memastikan penyalurannya tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.

"Untuk Gerakan Cinta Zakat, Baznas telah banyak didukung oleh BSI. Gerakan ini tujuannya lebih ke arah meningkatkan zakat ke masyarakat, dalam konteks ini kita ingin ada satu penyadaran bahwa ada harta muzakki, ada harta Ilahiyah (ketuhanan). Kita harapkan gerakan ini tolong menolong, saling membantu antarmanusia yang didasari adanya harta ketuhanan tersebut," ungkap Noor Achmad.

Menurutnya, pengumpulan ziswaf saat ini masih jauh dari harapan, dari potensi yang sebenarnya.

Realisasi pengumpulan ziswaf lebih dari Rp12 triliun pada tahun lalu diperoleh dari Baznas RI, Baznas provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia.

"Kami masih menghadapi problem pengelolaan, ini yang kita tata terlebih dulu yakni melalui penguatan kelembagaan. Persoalan lainnya masih adanya kesan bahwa manakala zakat ini dilaksanakan dengan masif, ada kekhawatiran apakah ini merupakan syariahisasi negara, sama sekali tidak ada hubungannya," ujarnya.

Dia meyakini kerja sama dan sinergi Baznas dan BSI yang semakin erat akan mendorong terwujudnya optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ziswaf.

"Kami berharap dukungan dari media untuk bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa potensi zakat adalah potensi untuk harmoni ekonomi, penyeimbang orang miskin dan kaya. Melalui kerja sama dengan BSI, tentu kita bisa lebih dekat dengan masyarakat hingga ke pelosok daerah," tutur dia

BSI dapat menjadi pilihan masyarakat untuk menyalurkan ziswaf secara instan melalui layanan pada platform BSI Mobile. Per Maret lalu, ada sekitar Rp3,26 miliar dana ziswaf yang terkumpul melalui aplikasi BSI Mobile. Jumlah sumbangan ini berasal dari 99 ribu donatur, yang total transaksinya mencapai 303 ribu pada periode tersebut.

Selain mengandalkan layanan pengumpulan ziswaf melalui platform mobile, BSI juga saat ini telah bekerja sama dengan Baznas untuk pengembangan pengelolaan ziswaf.

Kerja sama yang telah berjalan sejauh ini adalah penggunaan kartu Co-Brand Tap Cash IB Hasanah, pembinaan manajemen mitra penghimpunan Baznas, dan terciptanya kemudahan akses informasi data zakat antara kedua institusi.

Baca juga: BSI dorong pelaku usaha mikro go digital
Baca juga: BSI catat volume transaksi digital tembus Rp40,85 triliun
Baca juga: BSI kucurkan pembiayaan pemulihan ekonomi Rp8,6 trilun hingga Maret


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI Sultra dukung keuangan syariah untuk pemulihan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar