Sepak Bola Dunia

UEFA gabung kampanye boikot medsos

UEFA gabung kampanye boikot medsos

Ilustrasi - Aplikasi media sosial Twitter dan Facebook. ANTARA/Pixabay.

Kami sudah muak dengan para pengecut yang bersembunyi di balik anonimitas mereka untuk memuntahkan ideologi berbahaya mereka
Jakarta (ANTARA) - UEFA pada Kamis mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan kampanye boikot media sosial yang digalakkan otoritas sepak bola Inggris seperti FA dan Liga Premier untuk memerangi kekerasan daring.

Dengan demikian, seluruh kanal resmi UEFA di berbagai media sosial akan melakukan aksi nonaktif mulai pukul 21.00 WIB Jumat s.d. 05.59 WIB Selasa (4/5).

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif itu, menyatakan perlu ada aksi nyata untuk menghentikan persebaran kebencian dan kekerasan daring terhadap para pesepak bola dan kalangan lain yang terlibat di kompetisi sepak bola.

Baca juga: Pekan depan klub-klub Inggris boikot medsos lawan kekerasan daring

"Ada kekerasan baik di dalam lapangan maupun di media sosial. Itu tidak bisa diterima dan harus dihentikan, dengan bantuan publik dan otoritas legislatif serta para raksasa operator media sosial," kata Ceferin dilansir laman resmi UEFA.

"Membiarkan budaya kebencian tetap tumbuh subur tanpa sentuhan hukum adalah sesuatu yang berbahaya, sangat berbahaya, bukan hanya terhadap sepak bola, tetapi juga masyarakat pada umumnya," ujarnya menambahkan.

Ceferin juga mengapresiasi inisiatif yang ditempuh otoritas sepak bola Inggris, yang juga diperlihatkan secara solider oleh seluruh pelaku yang terlibat di dalamnya.

Baca juga: Alami serangan rasial daring, bek Villa minta tidak dikasihani

"Ini saatnya sepak bola mengambil sikap dan saya terkesan dengan solidaritas yang diperlihatkan para pemain, klub dan segenap pemangku kepentingan," katanya.

"Saya mengajak segenap pihak baik itu pemain, klub maupun asosiasi negara, untuk mengajukan keluhan resmi setiap kali pemain, pelatih, wasit ataupun ofisial menjadi korban dari pesan-pesan daring yang tidak bisa diterima.

"Kami sudah muak dengan para pengecut yang bersembunyi di balik anonimitas mereka untuk memuntahkan ideologi berbahaya mereka," pungkas Ceferin.

Inisiatif yang dilakukan di Inggris diikuti oleh FA, Liga Premier, EFL (operator tiga liga di bawah Liga Premier), Liga Super Putri dan liga kasta kedua putri.

Baca juga: Diduga terlibat perusahaan judi, UEFA selidiki Zlatan Ibrahimivic
Baca juga: Bek Slavia Praha Ondrej Kudela diskors 10 laga karena rasisme
Baca juga: UEFA dilaporkan tambah jumlah skuad EURO 2020 jadi 26 pemain

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar