Pakar kesehatan: Perlu regenerasi sel tubuh manusia

Pakar kesehatan: Perlu regenerasi sel tubuh manusia

Ilustrasi - Suplemen vitamin C. ANTARA/Pixabay.

Jakarta (ANTARA) - Pakar kesehatan asal Bali dr. Gede Ngurah Buana, M.Kes menyatakan sel-sel dalam tubuh manusia mengalami kerusakan dan kematian oleh berbagai sebab dengan jumlah mencapai 400 miliar sel setiap hari.

"Oleh karena itu, perlu ada regenerasi sel di tubuh manusia untuk mengganti sel-sel yang telah rusak dan mati tersebut," ujar Direktur di RSU Kasih Ibu Saba Gianyar Bali itu melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dokter yang menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan sel-sel baru tersebut harus dapat hidup dengan baik dari asupan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah yang mengalir secara lancar lewat pembuluh darah.

Menurut dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meregenerasi sel-sel di tubuh manusia yakni dengan mengkonsumsi makanan kesehatan yang terbuat dari bahan-bahan alami, salah satunya dengan kandungan utama Pembungkus Telur Hokkaido Salmon.

Baca juga: Suplemen vitamin saat Ramadhan, apa dan kapan sebaiknya dikonsumsi?

Produk-produk kesehatan dari AFC dibuat oleh salah satu farmasi tertua di Jepang, memiliki banyak manfaat bagi tubuh pengguna, mulai dari melancarkan peredaran darah, mempercepat regenerasi sel, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

"Fungsi regenerasi sel inilah yang terdapat pada salah satu produk AFC. Kemampuan melancarkan aliran darah ke semua jaringan ini juga merupakan manfaat yang terdapat di produk ini," ujarnya.

Selain menjaga kesehatan tubuh, ia mengatakan produk-produk AFC yakni SOP Subarashi dan Utsukushhi juga bisa bermanfaat untuk mengobati penyakit. Dengan catatan, penyakit yang diderita pasien tersebut berhubungan dengan paten fungsi dari produk AFC.

Beberapa penyakit degeneratif bisa dicegah apabila pasien dapat mengonsumsi produk AFC lebih awal. Penyakit-penyakit degeneratif tersebut seperti hipertensi, diabetes, hiperkolesterol/hipertrigliserida, asam urat, penuaan dini pada kulit, penyakit infeksi saluran napas akut, gangguan keseimbangan hormonal, hepatitis C, gangguan kulit lainnya.

Menurut dr. Buana para dokter harus terus membuka wawasan karena perkembangan ilmu kefarmasian terutama tentang herbal/fitofarmaka juga sudah berkembang pesat.

Dokter yang pernah bertugas di Kab Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah ini mengajak para dokter untuk membuka diri terhadap ilmu farmasi terutama suplemen.

"Kalau kita mau mempelajari bagaimana penemuannya, uji klinisnya, dan paten yang dimiliki maka kita akan mengetahui bahwa produk suplemen sudah berkembang sangat jauh dan memberi manfaat yang juga sangat baik dengan efek samping yang minimal atau bahkan tidak ada sama sekali karena terbuat dari bahan makanan," katanya.

Baca juga: Pakar: Bedakan suplemen, obat dan pangan
Baca juga: Minum suplemen peningkat sistem imun sebaiknya ada jeda
Baca juga: Adakah efek samping dari konsumsi suplemen?

Pewarta: Subagyo
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapolda Kalteng distribusikan APD untuk pengamanan Pilkada 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar