Tim gabungan evakuasi korban longsor proyek PLTA di Tapanuli Selatan

Tim gabungan evakuasi korban longsor proyek PLTA di Tapanuli Selatan

Ilustrasi - Tanah longsor. ANTARA/dokumen.

"Posko di R 17 juga sudah didirikan. Masyarakat tidak bebas masuk kelokasi kejadian, soalnya rawan,"...
Tapsel (ANTARA) - Proses evakuasi korban tertimbun tanah longsor di lokasi proyek pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara terus dilakukan 70 personel gabungan dari  TNI, Polri, BPBD, aparat kecamatan, dan pengawas perusahaan.

"Dari TNI ada 25 orang, Polri 25 orang, BPBD Tapsel 10 orang, Kecamatan 10 orang tambah pengawasan perusahaan," kata Communication and Extrrnal Affair Director PT Norrth Sumatera Hydro Energy (NSHE), Ir Firman Taufick, dalam keterangannya diterima ANTARA di Sipirok, Jumat.

Dijelaskan, lokasi longsor di  Proyek Pembangunan PLTA Batang Toru Jalan R17 K4+100 Brigade 6 pada Kamis (29/4) sekira pukul 18.20 WIB bersamaan hujan sejak  pukul 14.00 WIB.

Dengan duka mendalam, Taufick menceritakan awalnya karyawan K3 Sinohydro bernama Dolan Sitompul menemani dua karyawan Sinohydro (warga asing) bernama Long Quan dan Xie ke lokasi kejadian menggunakan mobil dobel cabin.

Saat karyawan itu sedang melakukan pengecekan dan mendokumentasikan banjir lumpur setinggi 50 cm akibat guyuran hujan, tiba-tiba terjadi bencana dan menggulung mereka.
Baca juga: 12 orang tertimbun longsor di Tapanuli Selatan

"Xie yang ada dalam mobil meloncat dan berhasil lolos dari maut setelah menyadari adanya longsor. Lalu lari menyelamatkan diri. Ling Quan dan Dolan tergulung longsor," katanya.

Sesaat itu pula tanah longsor meluncur dan menyapu sebuah kedai kopi milik Anius Waruwu yang tepat berada di bawahnya. Sampai saat ini tim teknis lapangan terus melakukan pencarian terhadap korban untuk di evakuasi.

"Kami berharap proses pencarian korban bisa berjalan lancar. Pihak perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin. Karena tadi malam tidak memungkinkan karena medan nya berat. Makanya mulai pagi ini," katanya.

Berbagai peralatan pencarian korban termasuk ambulance juga disiapkan.

"Posko di R 17 juga sudah didirikan. Masyarakat tidak bebas masuk kelokasi kejadian, soalnya rawan," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan diduga 12 orang hilang tertimbun bencan tanah longsor di areal kerja PLTA Batang Toru akibat hujan deras. 
Baca juga: Longsor putus akses jalan di Tapanuli Selatan
Baca juga: Lima rumah di Tapanuli Utara tertimbun longsor

Pewarta: Juraidi dan Kodir
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden perintahkan tangani bencana di NTT & NTB secara cepat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar