KLHK: Masjid bisa berkontribusi dalam isu pengelolaan sampah

KLHK: Masjid bisa berkontribusi dalam isu pengelolaan sampah

Tangkapan layar - Sesditjen PSLB3 KLHK Sayid Muhadhar (panel kanan) dalam konferensi pers virtual peluncuran Gerakan Sedekah Sampah Indonesia, di Jakarta, Jumat (30/4/2021). ANTARA/Prisca Triferna.

Masjid merupakan tempat berkumpul semua lapisan masyarakat dan dapat menjadi tempat yang baik untuk menangani masalah masyarakat, termasuk isu pengelolaan sampah
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( PSLB3-KLHK) Sayid Muhadhar mengatakan pihaknya mendukung gagasan keterlibatan masjid dalam isu pengelolaan sampah.

Secara khusus Sayid menyoroti besarnya jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan, di mana Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) memperkirakan total sampah yang masuk ke laut pada 2020 mencapai sekitar 521.540 ton.

"Ini terjadi karena kita, pertama, tidak ada peningkatan kesadaran dan kedua, tidak ada penanganan," kata Sayid dalam konferensi pers virtual peluncuran Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Berbasis Masjid, yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu dia mendukung keterlibatan komunitas agama, terutama umat Islam, untuk terlibat dalam upaya penanganan sampah.

Terkait GRADASI berbasis rumah ibadah, yang digagas oleh TKN PSL dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sayid mengatakan bahwa masjid merupakan tempat berkumpul semua lapisan masyarakat dan dapat menjadi tempat yang baik untuk menangani masalah masyarakat, termasuk isu pengelolaan sampah.

Salah satu contoh langkah GRADASI adalah masjid menjadi koordinator mengumpulkan sampah plastik memiliki nilai yang akan dijual ke Bank Sampah maupun pengepul.

Hasil dari proses itu dapat menjadi sumber dana untuk aktivitas masjid, serta disalurkan untuk membantu fakir miskin, anak yatim piatu dan janda sekitar lingkungan masjid.

Guna mendukung upaya kampanye itu, dirilis pula Buku Panduan dan Khotbah "Tata Kelola Sampah Menurut Ajaran Islam" sebagai pedoman untuk pengelolaan sampah sesuai dengan perspektif Islam.

Gerakan itu sendiri rencananya akan dimulai di enam masjid sebagai percontohan dan kemudian disebar luaskan ke berbagai masjid di seluruh Indonesia.

"Tujuan akhir kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menurunkan produksi sampah per orang per hari InsyaAllah tercapai. Biasanya kalau sudah kata-kata dari masjid biasanya sangat tersentuh dengan warga masyarakat," kata Sayid Muhadhar.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) M. Ali Yusuf menegaskan perlunya upaya luar biasa untuk menangani sampah oleh semua lapisan masyarakat.

Masjid, kata dia, memiliki sumber daya dan perangkat kelembagaan yang cukup lengkap dengan jumlah yang banyak di seluruh Indonesia. Semua faktor itu menunjukkan masjid memiliki potensi luar biasa memainkan peran dalam isu tersebut.

"Masjid memainkan peran keumatan, tidak hanya peran keagamaan. Oleh karena itu memang masjid harus berada di garda paling depan untuk berkontribusi yang nyata ikut menyelesaikan persoalan sampah," demikian M ali Yusuf.

Baca juga: Sampah Masjid Istiqlal sampai satu ton per hari saat Ramadhan

Baca juga: Semen Padang bantu Masjid Raya Sumbar kontainer bak sampah

Baca juga: 80 personel tim oranye ikut bersihkan sampah di Istiqlal

Baca juga: Buka puasa minim sampah di Burj Al Bakrie


 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kabupaten Temanggung dorong pengelolaan sampah jadi sumber ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar