Pengamat nilai Airlangga Hartarto sedang "mengaspal jalan" menuju 2024

Pengamat nilai Airlangga Hartarto sedang "mengaspal jalan" menuju 2024

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kanan) saat melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Harus diakui Airlangga sudah menjadi komoditas papan atas Capres 2024
Jakarta (ANTARA) -
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sedang "mengaspal jalan" menuju 2024 dengan safari politik bertemu petinggi-petinggi partai yang belakangan ini dilakukan Airlangga.
 
“Jadi memang harus segera dilakukan, membabat dan mengaspal jalan menuju 2024. Harus diakui Airlangga sudah menjadi komoditas papan atas Capres 2024. Posisinya sebagai Menko, Ketum Golkar, justru cukup rasional dan paling layak maju,” kata Adi Prayitno, dalam rilis diterima di Jakarta, Jumat.
 
Adi mengatakan Airlangga memiliki kesempatan besar untuk bisa maju pada Pemilihan Presiden 2024. Terlebih, menurutnya, Partai Golkar dinilai sebagai simpul politik menentukan dalam koalisi Pemilu 2024.
 
“Airlangga pimpinan parpol, hanya butuh satu atau dua parpol saja untuk maju sebagai capres melewati ambang batas pencalonan presiden,” kata Adi.
 
Terbaru, Airlangga dan petinggi PKS bertemu di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta pada Kamis, 29 April 2021. Dalam pertemuan itu, dikatakan agenda yang dibahas berkaitan dengan politik identitas, ekonomi, dan masalah pembebasan pajak motor.
 
Namun, dosen ilmu politik UIN Jakarta tersebut tidak yakin safari politik tersebut hanya membahas soal politik kebangsaan semata.
 
“Posisi Airlangga menjelaskan banyak hal, upaya pemulihan ekonomi setelah COVID-19, politik kebangsaan dan lain-lain. Tapi di balik itu, ada wajah lain yang bisa dilihat dari silaturahmi ini, yakni jalan panjang Airlangga untuk menuju 2024,” katanya pula.
 
Soal kemungkinan Golkar berkoalisi dengan PKS di 2024, Adi melihat sangat mungkin terjadi. Terlebih, keduanya punya sejarah koalisi saat mendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
“Keduanya tidak terlalu banyak perbedaan. Ideologi itu dalam politik kita saat ini tidak terlalu terlihat, yang sangat terlihat hanya politik kepentingan dan kekuasaan,” ujar Adi.
 
Tidak cuma dengan PKS, Golkar bersama Airlangga juga beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Airlangga juga telah bertemu dengan Ketum PPP Suharso Monoarfa.
 
“Jadi tergantung kepentingan, tergantung bagaimana skenario politik masing-masing partai bisa dikalkulasi nantinya,” ujarnya pula.
Baca juga: Airlangga: Golkar-PKS sepakati politik kebangsaan
Baca juga: Pengamat nilai pasangan Airlangga-Khofifah kuat pada Pilpres 2024

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PPKM Darurat akan diberlakukan di 15 daerah di luar Jawa-Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar