Banyuwangi jadi percontohan pengembangan sapi ras baru

Banyuwangi jadi percontohan pengembangan sapi ras baru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas meninjau kandang ternak sapi warga. (HO-Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi (ANTARA) - Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai percontohan pengembangan sapi ras baru, yakni jenis sapi kualitas premium belgian blue (BB) dan wagyu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwngi, Jumat, menyatakan siap mendukung program dari Pemprov Jatim tersebut dan pengembangan sapi belgian blue dan wagyu akan semakin mendongkrak populasi sapi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Dengan demikian, Banyuwangi akan semakin berperan dalam menyangga ketahanan pangan Jawa Timur untuk komoditas daging sapi. Selama ini, Banyuwangi juga selalu rutin mengirim sapi ke luar daerah," katanya.

Ipuk juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim yang telah memilih Banyuwangi untuk pelaksanaan program pengembangan sapi kualitas premium itu.

Baca juga: 20.500 sapi di Banyuwangi miliki kartu e-Nak

Baca juga: Banyuwangi kembangkan sapi perah di dataran rendah


"Terima kasih Pemprov Jatim, Gubernur Jatim Bu Khofifah, telah memilih Banyuwangi untuk pelaksanaan program ini. Semoga program ini bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak di Banyuwangi," ujarnya.

Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr. drh. Iswahyudi mengatakan Banyuwangi sangat tepat dipilih sebagai percontohan pengembangan sapi ras itu, karena Banyuwangi memiliki SDM veteriner yang cukup, mulai dokter hewan hingga petugas kawin suntik, sehingga sangat mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Selain itu, potensi peternakan di Banyuwangi juga cukup bagus. Di Jawa Timur, aplikasi pertama dilakukan di Banyuwangi. Jika ini sukses, akan kami kembangkan juga ke daerah lainnya di Jawa Timur," kata Iswahyudi.

Sapi jenis belgian blue merupakan sapi potong yang embrionya diimpor dari Belgia. Kelebihannya, sapi jenis ini memiliki otot tumpuk sehingga produksi dagingnya lebih banyak, bisa mencapai 1,5 ton per ekor.

"Ini akan meningkatkan pendapatan para peternak sapi di Banyuwangi. Peternak juga akan lebih ringan karena memelihara satu ekor belgian blue hasilnya setara dengan memelihara dua ekor sapi biasa," ucapnya.

Iswahyudi menjelaskan, sapi wagyu merupakan sapi dengan daging kualitas premium, dan daging wagyu biasanya dipasok untuk menu steak kualitas tinggi di restoran.

"Kami coba menghadirkan sapi wagyu di Banyuwangi karena pariwisata di sini cukup maju. Harapan kami dengan program ini kebutuhan daging steak premium di Banyuwangi bisa terpenuhi dari peternak lokal," tuturnya.*

Baca juga: Kementan kembangkan indukan sapi belgian blue dan wagyu di 12 provinsi

Baca juga: Kementan kembangkan sapi Belgian Blue di Bangka Belitung

Pewarta: Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar