KRI Nanggala tenggelam, NasDem-PKS sepakat modernisasi Alutsista TNI

KRI Nanggala tenggelam, NasDem-PKS sepakat modernisasi Alutsista TNI

Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersama Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate dan Waketum Partai NasDem Ahmad M Ali (paling kanan) saat memberikan keterangan pers, usai melakukan pertemuan di Kantor Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2021). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Momentum melakukan evaluasi dalam rangka modernisasi dan peningkatan Alutsista TNI
Jakarta (ANTARA) -
DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyepakati pentingnya modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI, menyusul tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali yang mengakibatkan 53 personelnya gugur.
 
"Kecelakaan kapal selam KRI Nanggala-402 menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dalam rangka modernisasi dan peningkatan Alutsista TNI," kata Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate, usai menerima kunjungan DPP PKS, di Kantor Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat.
 
Rombongan PKS yang dipimpin oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu beserta Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi melakukan kunjungan ke DPP Partai NasDem dalam rangka silaturahmi kebangsaan.
 
Dalam pertemuan itu, kata Plate, NasDem dan PKS turut berduka cita atas gugurnya 53 personel KRI Nanggala-402 tersebut.
 
"Mereka adalah patriot bangsa," kata Plate yang juga Menkominfo itu pula.
 
Dia menyatakan, peningkatan dan modernisasi alutsista yang mumpuni sangat dibutuhkan dalam menjaga pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menambahkan, pihaknya menyepakati adanya upaya modernisasi alutsista yang dimiliki TNI, agar peristiwa kecelakaan tidak terulang kembali.
 
Selain modernisasi alutsista, kata Syaikhu, pemerintah juga perlu memerhatikan kesejahteraan prajurit TNI.
 
"Selain menyepakati adanya upaya-upaya modernisasi alutsista, saya kira perlu diperhatikan terkait dengan kesejahteraan prajuritnya," katanya lagi.
 
Kapal selam KRI Nanggala-402 yang membawa 53 awak kapal, tenggelam pada Rabu (21/4) dini hari di perairan utara Pulau Bali saat latihan penembakan torpedo.
 
Setelah melakukan proses pencarian, pada Minggu (25/4), KRI Nanggala-402 dinyatakan telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur.
 
Kapal selam buatan Jerman itu ditemukan tenggelam di kedalaman 838 meter dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian.
Baca juga: Menhan: Kita akan modernisasi alutsista bagi TNI
Baca juga: Kemhan sebut Komcad perlu diperkuat bersamaan modernisasi alutsista

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

40 hari awak KRI Nanggala berpatroli abadi di laut NKRI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar