Ambon (ANTARA News) - Peserta "Sail Banda" yang dijadwalkan tiba di Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, pada 27 Juli 2010 akan ditawari aneka obyek wisata untuk dikunjungi, kata koordinator acara panitia lokal Sail Banda, Cak Saimima.

"Kami siapkan obyek wisata bahari, agro, kuliner, perkebunan pala, gunung api Banda, belanja di Banda Naira serta mengunjungi Pulau Un, Ai dan Pisang," katanya dari Jakarta, Sabtu.

Saimima mengatakan menyambut peserta Sail Banda yang dilepas Menko Kesra, Agung Laksono dari Darwin, Australia pada 24 Juli 2010 itu saat tiba di Banda Naira disambut tarian selamat datang, atraksi kora-kora (perahu tradisional khas Maluku), pentasan seni dan budaya serta kuliner makanan khas Banda di kawasan pelabuhan.

Puncaknya digelar senibudaya mementaskan "nostalgia Banda abad ke-17 di benteng Belgica .

Saimima mengatakan, dipilihnya benteng Belgica guna mengenang sejarah mengingat situs tersebut didirikan oleh Pieter Both pada tahun 1661 di atas sebuah bukit yang kini bernama Desa Nusantara, Bandaneira, dalam masa pemerintahan Van Dam (1611- 1665).

Luas benteng adalah 3.600 meter persegi dikelilingi tembok sepanjang 385 meter dengan tebal 70 cm.

Pintu utamanya dibangun pada daerah yang lebih rendah menghadap ke Pulau Lontor.

Benteng berlantai dua itu memiliki 23 ruangan dengan ukuran berbeda-beda sesuai peruntukan.

Zaman penjajahan Belanda di Kepulauan Banda (1602-1621) benteng tersebut didiami 400 tentara Belanda yang dilengkapi dengan 58 meriam.

Belgica, yang menjadi bangunan terindah di abad ke-17 dan dijuluki "mahkota berpucuk lima", kini menjadi tujuan wisata, terutama turis asing.

Dari benteng tersebut orang bisa menikmati pesona Kepulauan Banda dengan laut membiru, pulau menghijau dan gunung api yang meletus terakhir pada 9 Mei 1988.

Puncak

Saimima mengatakan, puncak Sail Banda yang dijadwalkan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Ambon pada 3 Agustus akan dimeriahkan suguhan seni dan budaya khas Maluku.

"Kami telah menyiapkan suguhan seni dan budaya pada puncak Sail Banda berlokasi di dermaga Yos Sudarso Ambon yang diawali artis Andre Hehanussa, Harvey Malaihollo dan grup musik Pasto menyanyikan lagu Sail Banda karangan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu," ujarnya.

Sedangkan jamuan makan malam bagi peserta dan tamu dijadwalkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang disuguhi seni dan budaya khas Maluku.

Saimima mengatakan tarian tadisional seperti Zamra, Parisa dan Pukul Sapu dimeriahkan musik tradisional "totobuang" juga bisa disaksikan para peserta dan Tamu, termasuk turis asing yang menyaksikan Sail Banda dengan pesertanya dilepas dari Darwin, Northern Teritorry dijadwalkan pada 24 Juli .

"Suasana akan semarak dengan 2010 obor dibakar sepanjang pesisir pantai di Teluk Dalam Ambon berbarengan dengan diluncurkannya 2010 perahu-perahu kecil mainan dengan lilin kecil," katanya dan menambahkan para peserta dan tamu juga disuguhi pergelaran pakaian khas daerah Maluku.

(L005/A011/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010