Olimpiade

Tidak ada opsi pembatalan, penyelenggara optimistis Olimpiade digelar

Tidak ada opsi pembatalan, penyelenggara optimistis Olimpiade digelar

Jembatan Pelangi dan Menara Tokyo bercahaya dengan warna Olimpiade untuk memperingati hitung mundur 100 hari menuju Olimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda ke tahun 2021 akibat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021). ANTARA/REUTERS/Issei Kato/hp/cfo/aa.

Jika (COVID-19) tersebar luas di masyarakat, bukan tidak mungkin kami dapat memutuskan bahwa itu tidak dapat digelar, tetapi kami berpikir bahwa kami pasti dapat menggelarnya mengingat situasi dan tindakan pencegahan yang dilakukan Jepang
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, Toshiaki Endo, menegaskan keyakinannya bahwa tindakan penanggulangan virus corona akan memungkinkan pesta olahraga tersebut diadakan, dan bahwa penyelenggara tidak mempertimbangkan pembatalan.

"Jika (COVID-19) tersebar luas di masyarakat, bukan tidak mungkin kami dapat memutuskan bahwa itu tidak dapat digelar, tetapi kami berpikir bahwa kami pasti dapat menggelarnya mengingat situasi dan tindakan pencegahan yang dilakukan Jepang," kata Endo seperti dilaporkan Kyodo, Sabtu.

Ahli penyakit menular yang bertanggung jawab pada komite pemerintah untuk penanggulangan virus corona, Shigeru Omi, Rabu, mengatakan "sudah waktunya untuk melakukan diskusi yang tepat" tentang apakah akan mengadakan pertandingan atau tidak.

Baca juga: Jepang tak mau Olimpiade bebani sistem medis

Endo menilai pernyataan Omi "masuk akal dari sudut pandang pendapat ahli," tetapi mengatakan panel ahli dari panitia penyelenggara sedang menjajaki rencana konkret untuk dapat menjadi tuan rumah Olimpiade dengan aman.

Ditanya tentang kemungkinan pembatalan Olimpiade Tokyo, Endo berkata, "Kami tidak mempertimbangkan itu."

Penyelenggara, dan pemerintah pusat dan metropolitan Tokyo serta Komite Olimpiade Internasional dan Komite Paralimpiade Internasional, Kamis, setuju untuk menetapkan batas jumlah penonton pada bulan Juni.

"Lebih mudah untuk mempersiapkan tanpa penonton, tetapi kami akan memutuskan berdasarkan (jumlah penonton yang diizinkan pada) bisbol profesional dan J-League (sepak bola)," kata Endo. "(Keputusan) dapat dibuat pada Mei jika situasi memungkinkan."

Endo mengungkapkan bahwa Gubernur Tokyo Yuriko Koike telah meneleponnya untuk mengatakan, "Kami benar-benar harus membuat Olimpiade dan Paralimpiade sukses."

Baca juga: Penyelenggara bersiap Olimpiade Tokyo tanpa penonton
Baca juga: Presiden IOC pahami langkah darurat COVID-19 yang dilakukan Tokyo
Baca juga: Jepang akan tes COVID-19 untuk semua atlet Olimpiade setiap hari

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PBSIĀ gelar pertandingan simulasi Olimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar