Laporan dari China

Cuaca ekstrem di China timur renggut 11 nyawa

Cuaca ekstrem di China timur renggut 11 nyawa

Ilustrasi - Tiang listrik yang ambruk di jalan setelah badai. ANTARA/Shutterstock/pri.

Beijing (ANTARA) - Cuaca ekstrem di Provinsi Jiangsu, wilayah China timur, Jumat (30/4), merenggut 11 nyawa warga setempat.

Sebanyak 11 warga tewas dan 102 lainnya terluka saat angin kencang menyertai hujan badai memporak-porandakan Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, demikian otoritas setempat, Sabtu.

Petugas kedaruratan bencana juga telah mengevakuasi 3.050 orang sejak Jumat tengah malam.

Kerusakan listrik sudah dibenahi sehingga suplai energi kembali pulih sejak Sabtu pagi, demikian otoritas setempat.

Bencana alam di wilayah China timur itu terjadi saat puncak arus mudik libur sepekan Hari Buruh Internasional.

Sejak Jumat sore, bandar udara, stasiun kereta api, jalur bebas hambatan, dan jalan raya padat oleh para pemudik.

Warga China menjadikan momentum Hari Buruh itu sebagai ajang berkumpul dengan keluarga karena dalam musim libur Tahun Baru Imlek pada Februari lalu, otoritas China melarang mudik.

Baca juga: Cuaca ekstrem di China tewaskan dua orang, lukai 10
Baca juga: Cuaca buruk kembali tunda penerbangan di Shenzhen
Baca juga: Hujan es, 12 orang tewas di China

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita kegiatan keseharian Aa Gym, hingga terkonfirmasi positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar