Gernas BBI fokus tingkatkan kualitas produk UMKM lokal

Gernas BBI fokus tingkatkan kualitas produk UMKM lokal

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkary. ANTARA/tangkapan layar/aa.

Kupang (ANTARA) - Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Kominfo Septriana Tangkary
mengatakan, Gerakan Nasional  Bangga Buatan Indonesi (Gernas BBI) berfokus pada peningkatan kualitas produk UMKM lokal sehingga memperkuat posisi sebagai nilai tambah yang dihasilkan pengrajin atau seniman Indonesia.

"Untuk tahun 2021, Gernas BBI berfokus pada peningkatan kualitas produk UMKM lokal sehingga memperkuat posisi sebagai high value product yang
dihasilkan oleh pengrajin/seniman Indonesia (Indonesian Artisanal) di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia," kata Septriana Tangkary, pada webinar "Mendorong Kreasi dan Inovasi UMKM Flobamora" dengan "Kilau Digital Permata Flobamora", di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu.

Target lainnya pada tahun 2021 adalah peningkatan peran aktif pemerintah daerah untuk kesuksesan Gernas BBI.

"Karena itu daerah pariwisata prioritas di Indonesia dipilih secara bergantian untuk menjadi highlight setiap bulannya," katanya.

Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang besar bagi kita semua, terutama bagi pelaku UMKM. Dalam hal ini pemerintah hadir melalui bantuan stimulus UMKM,

Total anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah sebesar Rp699,43 triliun dengan alokasi sebesar Rp186,81 triliun bagi UMKM.

Jumlah tersebut di antaranya untuk bantuan modal kerja produktif, pinjaman tanpa bunga dan pemberian bantuan kepada usaha kecil
mikro.

Diharapkan dengan bantuan tersebut usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa bangkit di masa pandemi.

UMKM memiliki kontribusi penting bagi perekonomian negara. Jumlah kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 56-59 persen.

Jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64 juta unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 97 persen.

Dari jumlah tersebut sekitar 17,1 persen pelaku UMKM telah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya.
Baca juga: Gernas BBI buka peluang pasar baru bagi UMKM
Baca juga: Kemenkominfo: Percepatan transformasi digital jadi program prioritas
Baca juga: Pemkab Sikka siapkan 100 UMKM dukung Gernas BBI

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

NTT jadi fokus sasaran pengembangan digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar