Menparekraf sebut masjid tsunami Aceh jadi tujuan wisata religi

Menparekraf sebut masjid tsunami Aceh jadi tujuan wisata religi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno mengunjungi Masjid Rahmatullah di pesisir Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (2/5/2021). ANTARA/Khalis/am.

Jadi Masjid Rahmatullah ini menjadi potensi yang sangat luar biasa. Sejarah yang seperti ini jangan sampai terlupakan, jangan sampai kita melupakan tsunami 2004 silam
Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi Masjid Rahmatullah di pesisir Pantai Lampuuk, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga yang datang bersama istrinya Nur Asia menjelaskan bahwa Masjid Rahmatullah merupakan destinasi wisata berbasis sejarah, wisata religi yang masuk dalam konsep pariwisata untuk mengingatkan kepada kebesaran Allah SWT.

Bangunan masjid tetap kokoh meski dihantam gelombang tsunami pada 2004 silam di Tanah Rencong.  "Hari ini kita melihat Masjid Rahmatullah yang merupakan saksi dari kebesaran Allah," kata Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, Masjid Rahmatullah merupakan bukti yang diperlihatkan Allah SWT atas kebesaran-Nya dalam peristiwa tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

"Dimana saat itu meluluhlantakkan seluruh desa Lampuuk ini, dan Masjid Rahmatullah ini satu-satunya kokoh berdiri," kata Sandiaga Uno.

Suasana masjid Rahmatullah di pesisir Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (2/5/2021). ANTARA/Khalis/am.

Menparekraf Sandiaga mengatakan pihaknya akan mengkaji Destination Management Organization (DMO) untuk mengembangkan potensi pariwisata dengan mengangkat isu manajemen krisis pariwisata atau tourism crisis and disaster management dalam meminimalisasi kerugian akibat bencana alam.

"Jadi Masjid Rahmatullah ini menjadi potensi yang sangat luar biasa. Sejarah yang seperti ini jangan sampai terlupakan, jangan sampai kita melupakan tsunami 2004 silam," katanya.

Menurut Sandiaga, masyarakat setempat setiap tahun menggelar peringatan tsunami di lokasi wisata religi tersebut. Ia juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh untuk terus mengemas kegiatan peringatan setiap tahunnya agar semakin baik.

"Jadi sebagai potensi, tentunya pengingat kita, daya tarik destinasi wisata religi berbasis sejarah yang kita harapkan juga akan membuka peluang untuk kepulihan pariwisata kita dan kebangkitan ekonomi kita," katanya.

Selain ke Masjid Rahmatullah, Sandiaga juga telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Sabang, mulai dari kilometer nol Indonesia, Pantai Iboih, Teupin Leyeu dan beberapa spot wisata lainnya.

Sandiaga menambahkan kunjungan kerja pertamanya sejak menjadi Menparekraf ke Aceh itu dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan panduan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Wisata religi bisa bantu pulihkan pariwisata Borobudur
Baca juga: Sandiaga Uno tegaskan silang pendapat soal wisata halal sudah selesai
Baca juga: Sidoarjo kembangkan wisata religi makam Dewi Sekardadu


Pewarta: Khalis Surry
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Personel TNI AD dari Aceh diberangkatkan ke perbatasan Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar