Mark Selby memimpin 10-7 atas Murphy di final kejuaraan snooker dunia

Mark Selby memimpin 10-7 atas Murphy di final kejuaraan snooker dunia

Dokumentasi - Mark Selby saat tampil sebagai juar dunia snooker pada Mei 2017. ANTARA/AFP/Paul ELLIS.

Jakarta (ANTARA) - Mark Selby berada di jalur yang benar untuk menggondol gelar juara dunia snooker keempat kalinya, setelah ia membuka keunggulan 10-7 di final melawan Shaun Murphy, di Crucible Theatre, Sheffield, Inggris, Minggu malam (Senin WIB).

Selby, juara dunia 2014, 2016 dan 2017, memenangi empat frame terakhir di malam pertama dalam final best-of-35 frame yang dijadwalkan berakhir Senin atau Selasa WIB tersebut..

Selby sempat tertinggal 4-6 dan 6-7 sebelum membalas dengan break impresif di pukulan ke 67, 86, 57 dan 90.

Baca juga: Mark Selby hadapi Murphy di final Kejuaraan Dunia Snooker

"Saya merasa sedikit gelisah pada awalnya, ini adalah final dunia dan saya berusaha lebih keras dan Shaun memulai jauh lebih baik dari saya," kata Selby kepada BBC.

"Setiap final yang pernah saya datangi, saya selalu merasa sangat lelah untuk melakukannya, tetapi saya telah menggali hari ini, mencangkok ketika saya perlu dan berusaha untuk membuat diri saya sendiri unggul," kata pebilliar berusia 37 tahun itu.

Sementara itu, Murphy yang sedang mengincar gelar dunia keduanya, 16 tahun setelah yang pertama, menegaskan bahwa ia tidak terlalu kecewa dengan hasil sementara itu dan ia masih optimistis bisa membalikkan keadaan.

Baca juga: Ronnie O'Sullivan sabet gelar juara dunia snooker keenam kalinya

Keyakinan Murphy berdasarkan pada final 2005. Ketika itu, dia tertinggal 10-6 dari Matthew Stevens pada tahap yang sama , tapi akhirnya bisa berbalik unggul dan menjadi juara.

"Kupikir dia luar biasa malam ini. Dia sepertinya selalu punya jawabannya dan memasukkan bola-bola panjang yang luar biasa," kata Murphy.

"Ini lebih mudah daripada tahun 2005, tetapi secara serius saya pikir saya telah menunjukkan di semifinal bahwa saya bisa menang ketika saya turun. Pertandingan ini masih jauh dari berakhir."


 

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar