Mantan oposan Hong Kong mundur dari aktivitas politik

Mantan oposan Hong Kong mundur dari aktivitas politik

Dokumentasi - Anggota legislatif pro demokrasi Raymond Chan Chihuen dibawa oleh petugas keamanan saat memprotes UU kemanan baru di tengah Rapat Komite Dewan Legislatif, di Hong Kong, China, Jumat (22/5/2020). ANTARA/REUTERS/TYRONE SIU.

Mulai sekarang, saya tidak lagi sebagai kandidat dari berbagai lembaga publik dan tidak terlibat dalam berbagai bentuk pemilu di semua tingkatan
Beijing (ANTARA) - Mantan anggota parlemen Hong Kong yang berseberangan dengan pemerintah Raymond Chan Chichuen menyatakan mengundurkan diri dari partainya dan berbagai aktivitas politik.

Dalam pernyataan singkat yang diunggah oleh saudara perempuannya pada Minggu (2/5), Chan menyatakan mundur dari Partai People Power yang dipimpinnya.

"Mulai sekarang, saya tidak lagi sebagai kandidat dari berbagai lembaga publik dan tidak terlibat dalam berbagai bentuk pemilu di semua tingkatan. Mulai sekarang juga, saya tidak akan ikut long march, demonstrasi, protes atau apa pun yang berbau politis," ujarnya dikutip South China Morning Post, Senin.

Chan saat ini di dalam penjara dan sedang menunggu sidang atas pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional.

Baca juga: Oposisi Hong Kong gelar pemilihan pendahuluan jelang pemilu September
Baca juga: Hong Kong tolak tuntutan Joshua Wong soal diskualifikasi pemilu 2019


Tidak ada pernyataan lebih lanjut mengenai perubahan sikap Chan tersebut.

Partai People Power dalam akun Facebook menyatakan menghormati, memahami, dan bisa menerima keputusan Chan.

"People Power ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Chan atas pengabdiannya yang tanpa pamrih kepada partai dan pengorbanan serta kontribusinya dalam membangun demokrasi di Hong Kong," demikian unggahan partai.

Chan merupakan penyiar radio dan televisi tenar pada era 1990-an sebelum memutuskan terjun ke dunia politik pada 2010.

Chan kemudian meraih kursi di Dewan Legislatif pada 2012, dan beberapa hari kemudian dia mengumumkan jati dirinya sebagai seorang gay.

Sejak saat itu dia menyuarakan hak-hak LGBT di kotanya.

Pada 2016, dia terpilih kembali sebagai anggota parlemen. Sejak saat itu, sikap-sikapnya selalu berseberangan dengan Beijing. 

Baca juga: Empat legislator HK terdiskualifikasi begitu Beijing sahkan resolusi
Baca juga: Presiden China tandatangani surat perintah reformasi pemilu Hong Kong

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar