Kemenkominfo bakal bangun 422 unit BTS di NTT tahun ini

Kemenkominfo bakal bangun 422 unit BTS di NTT tahun ini

Ilustrasi - Base Transceiver Station (BTS) di Nusa Tenggara Timur. ANTARA/Aloysius Lewokeda.

422 BTS yang dibangun ini merupakan upaya pemerintah mengatasi daerah-daerah yang masuk kategori 3T agar bisa mengakses internet
Kupang (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI akan membangun sebanyak 422 unit Base Transceiver Station (BTS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi masyarakat di provinsi itu.

"422 BTS yang dibangun ini merupakan upaya pemerintah mengatasi daerah-daerah yang masuk kategori 3T agar bisa mengakses internet," kata Staf Khusus Kemenkominfo Philips Gobang saat dihubungi, Senin.

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan upaya Kemenkominfo mengatasi persoalan akses telekomunikasi pada wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar) di NTT.

Philip Gobang mengatakan 422 unit BTS yang akan dibangun tersebut tersebar pada 16 kabupaten yang masuk kategori 3T di NTT.

Baca juga: Kominfo berkomitmen lanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah 3T

Pembangunan ratusan unit BTS ini merupakan bagian dari program 7.000 BTS yang akan dibangun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2021.

Pembangunan BTS baru, kata dia, difokuskan pada wilayah terkategori 3T, sementara daerah yang tidak masuk kategori akan dilayani secara komersil oleh operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XL.

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur BTS ini bertujuan agar semua wilayah yang selama ini masih kekurangan sinyal bisa dilayani secara baik.

Selain itu juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam membangkitkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menuju pasar digital.

"Dengan akses telekomunikasi dan internet yang baik tentunya akan sangat membantu para pelaku UMKM memasarkan produk-produknya secara online," katanya.

Baca juga: BAKTI Kominfo targetkan BTS di ribuan titik selesai tahun ini

 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kepri pastikan siap migrasi siaran TV digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar