Satgas Aceh sampaikan 56 kasus baru warga positif COVID-19

Satgas Aceh sampaikan 56 kasus baru warga positif COVID-19

Tenaga medis ruang rawat Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa memakai kostum Alat Pengaman Diri (APD) COVID-19 yang bertuliskan pesan "Jangan Mudik Ya ... Kasihani Kami" di Banda Aceh, Aceh, Senin (3/5/2021) ). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh melaporkan penambahan 56 kasus baru warga provinsi paling barat Indonesia itu terinfeksi virus corona per hari ini sehingga total kasus telah mencapai 11.293 orang.

“Hari ini kasus baru konfirmasi positif bertambah 56 orang, pasien yang sembuh bertambah 14 orang dan satu penderita COVID-19 meninggal dunia,” kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin.

Penambahan puluhan kasus baru itu meliputi warga Banda Aceh 17 orang, Aceh Tamiang 12 orang, Aceh Besar delapan orang, Aceh Tengah enam orang, Aceh Selatan dan Sabang dua orang dan masing-masing satu orang warga Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Jaya, Pidie Jaya satu orang serta lima orang warga luar daerah Aceh.

Sementara 14 orang penambahan pasien COVID-19 yang sembuh meliputi warga Kabupaten Aceh Tamiang 10 orang, warga Banda Aceh tiga orang serta warga Aceh Singkil satu orang.

Baca juga: Tambah tujuh orang, total meninggal akibat COVID-19 di Aceh jadi 447

Baca juga: Menparekraf sebut masjid tsunami Aceh jadi tujuan wisata religi


“Satu orang penderita COVID-19 yang meninggal dunia dalam laporan 24 terakhir merupakan warga Kabupaten Aceh Besar,” kata Jubir yang akrab disapa SAG itu.

Hingga kini, secara akumulatif kasus COVID-19 di Tanah Rencong telah mencapai 11.293 orang, di antaranya penyintas yang sudah sembuh 9.784 orang, pasien yang masih dirawat 1.061 orang dan jumlah yang meninggal dunia 448 orang.

Oleh sebab itu, SAG meminta warga disiplin penerapan protokol kesehatan mengingat kasus COVID-19 terus terjadi penambahan di provinsi paling barat Indonesia itu.

Memang kasus harian berfluktuasi setiap harinya tetapi tidak tertutup kemungkinan pada hari berikutnya akan melonjak drastis, katanya.

“Masyarakat harus menyikapi dengan bijak, tidak panik, tidak pasrah dan tidak berhenti berikhtiar untuk membendung penyebaran virus corona di keluarga dan lingkungan masyarakat," katanya.

Ia juga meminta warga untuk ikut mendorong anggota keluarganya melakukan vaksinasi COVID-19 di pusat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang menyelenggarakan vaksinasi.*

Baca juga: Empat ribu buruh di Aceh kehilangan pekerjaan selama COVID-19

Baca juga: Ulama imbau warga Aceh perketat prokes cegah lonjakan COVID-19

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menggigit Bhoi, si mungil manis dari Tanah Rencong

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar