Relokasi korban badai Seroja di Kupang dikonsentrasikan satu lokasi

Relokasi korban badai Seroja di Kupang dikonsentrasikan satu lokasi

Wali Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore. (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)

Kami akan merelokasi terhadap warga yang terdampak badai Seroja untuk dikonsentrasikan dalam satu lokasi guna memudahkan pemerintah dalam melakukan penataan kawasan permukiman penduduk
Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore mengatakan relokasi terhadap para korban yang rumahnya rusak total akibat bencana alam badai siklon tropis Seroja dikonsentrasikan dalam satu lokasi.

"Kami akan merelokasi terhadap warga yang terdampak badai Seroja untuk dikonsentrasikan dalam satu lokasi guna memudahkan pemerintah dalam melakukan penataan kawasan permukiman penduduk," katanya di Kupang, Selasa.

Wali Kota Kupang sebelumnya telah melakukan pertemuan bersama tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas rencana relokasi terhadap warga terdampak bencana Seroja di kota itu.

Ia mengatakan relokasi warga terdampak badai Seroja dikonsentrasikan dalam satu lokasi, sehingga upaya pemukiman kembali terhadap warga yang terdampak bencana alam badai seroja dapat terkonsep secara baik.

Menurut dia pemerintah ingin memastikan lokasi yang menjadi pusat konsentrasi pemukiman warga itu memiliki luas lahan yang memadai sesuai kebutuhan serta memiliki keabsahan sehingga tidak menjadi permasalahan di kemudian hari.

Wali Kota  mengatakan Pemerintah Kota Kupang membutuhkan lahan relokasi dan pemukiman kembali warga terdampak badai Seroja dan tanah longsor seluas 10 -11 haktare untuk perumahan dan fasilitas publik.

Sementara itu Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Yusniewati secara terpisah mengatakan Kementerian PUPR siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk kebutuhan pembangunan kawasan pemukiman warga terdampak bencana seroja.

Menurut dia, luas wilayah rencana relokasi akan disesuaikan dengan kebutuhan pemukiman warga yang akan di bangun.

"Ketersedian lahan yang luas untuk relokasi kembali warga terdampak bencana sangatlah penting guna memudahkan pemerintah dalam proses penataan kawasan pemukiman bagi korban bencana alam badai Seroja," demikian Yusniewati.

Baca juga: Menko PMK tinjau penanganan dampak bencana alam di Kupang

Baca juga: 261 KK di Kota Kupang dapat bantuan dana tunggu hunian

Baca juga: 2.553 korban siklon Seroja di Kupang diusulkan dapat bantuan BNPB

Baca juga: Kabupaten Kupang dapat bantuan dana tunggu hunian Rp3 miliar


 

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Update banjir bandang NTT : korban hilang menjadi 48 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar