Psikolog: Tak mudik, dukungan lingkungan bisa buat situasi jadi baik

Psikolog: Tak mudik, dukungan lingkungan bisa buat situasi jadi baik

Diah Utamingsih, PSi, MA.Psikolog. (ANTARA/HO-Dok.Pri)

Support lingkungan merupakan salah satu hal yang bisa membuat situasi menjadi lebih baik
Bandarlampung (ANTARA) - Pengajar di Universitas Lampung Diah Utaminingsih, S.PSi, MA, Psikolog, mengatakan pelarangan mudik memberikan berbagai dampak psikologis ke warga namun support atau dukungan lingkungan tempatnya berada bisa membuat situasi menjadi lebih baik.

"Support lingkungan merupakan salah satu hal yang bisa membuat situasi menjadi lebih baik sehingga masyarakat bisa memaknai Idul Fitri secara utuh walaupun kehilangan momen mudik," kata Diah yang juga Ketua Program Studi Bimbingan Konseling di FKIP Universitas Lampung itu, dihubungi di Bandarlampung, Selasa.

Psikolog itu menjelaskan pelarangan mudik yang diterapkan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona memberikan berbagai dampak psikologis di kalangan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Gunung Kidul minta desa optimalkan SID melaporkan pemudik

Pada sebagian masyarakat, lanjut dia, hal ini tentunya menjadi sebuah dilema, karena tahun 2020 mereka juga tidak bisa melaksanakan mudik.

"Mengapa demikian? Dapat kita pahami bahwa tradisi mudik menjadi budaya yang dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat kita. Budaya mudik sebagai sebuah momentum saling berkunjung dan melepaskan rindu tidak hanya kepada keluarga tetapi juga menikmati suasana lingkungan yang berbeda," kata dia.

Baca juga: Silaturahmi virtual tidak kurangi berkah Lebaran. sebut PCNU Banyumas

Pelarangan mudik tahun ini pun menimbulkan kondisi "kecewa", namun di sisi lain mereka juga berusaha memahami aturan yang dibuat oleh pemerintah. Dengan kondisi ini antara real condition yang dihadapi dan ideal condition yang diinginkan maka membuat masyarakat mau tidak mau melakukan bergaining position terhadap keadaan.

Diah, yang juga mantan pesenam ritmik ini menjelaskan, seiring dengan kemajuan teknologi maka banyak cara yang bisa dilakukan sebagai ajang silaturahaim. Misalnya dengan menggunakan video call, tidak hanya telepon. Atau jika memungkinkan bisa melakukan zoom bersama-sama dengan anggota keluarga besar.

Baca juga: Masih pandemi, warga Tangerang di perantauan diimbau tak mudik

Ia juga menjelaskan, kejenuhan pasti dirasakan tidak hanya oleh individu dewasa tetapi juga oleh anak-anak. Sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan di dalam keluarga dengan melakukan kegiatan bersama-sama atau membuat sebuah kegiatan dimana melibatkan seluruh anggota keluarga merupakan salah satu alternatif untuk membuat suasana menjadi berbeda

"Orang tua memegang peranan yang sangat penting untuk memberikan informasi kepada anak-anak serta menciptakan mind yang positif, emosi yang bahagia dan memaknai bahwa Idul Fitri tidak selalu identik dengan mudik," kata dia.

Baca juga: Pelayaran Malaysia-Batam dibatasi selama larangan mudik Lebaran 2021

Pewarta: Triono Subagyo
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Psikolog: Serbuan pesanan BTS Meal wajar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar