Kemendikbudristek: Ekosistem literasi sekolah harus dibangun bersama

Kemendikbudristek: Ekosistem literasi sekolah harus dibangun bersama

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Endang Aminuddin Azis, yang dipantau di Jakarta, Selasa (4/5). ANTARA/Indriani.

kita perbaiki dari hulunya bersama tim
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan ekosistem literasi di sekolah harus dibangun agar minat anak membaca semakin meningkat.

“Ekosistem literasi di sekolah harus dibangun bersama-sama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Bahasa Indonesia saja, tetapi juga kepala sekolah hingga pengawas dan guru mata pelajaran lainnya,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Endang Aminuddin Azis, yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan kemahiran berbahasa Indonesia berkaitan dengan tingkat literasi seseorang. Dari hasil PISA, literasi siswa Indonesia masih menempati posisi buncit. Oleh karena itu, lanjut dia, Kemendikbudristek merancang program literasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Melalui Merdeka Belajar, kita berupaya mengubah semua itu,” jelas dia.

Aminuddin menjelaskan meskipun ada bahan bacaan, bukan berarti ada jaminan minat baca siswa meningkat. Pasalnya, buku-buku bacaan yang tersedia lebih banyak berasal dari perspektif dewasa. Bukan dari perspektif anak-anak.

“Apalagi jika disajikan dalam konstruksi bahasa yang rumit. Untuk itu, kita perbaiki dari hulunya bersama tim yang dinamakan Tim Literasi,” kata dia.

Baca juga: Legislator dorong kementerian berkolaborasi tingkatkan literasi
Baca juga: Room to Read dukung ekosistem sekolah literat dengan LiteracyCloud.org


Ia menjelaskan, Tim Literasi tersebut bertanggung jawab dalam penyiapan buku, literasi sebagai bagian dari kurikulum dan juga pelibatan guru, pengawas, dan kepala sekolah secara bersama-sama dalam meningkatkan literasi siswa.

Selain itu, peran pegiat literasi dan taman bacaan masyarakat turut berperan dalam meningkatkan literasi siswa dan masyarakat.Data Kemendikbudristek menyebutkan terdapat setidaknya 5.000 taman bacaan masyarakat di Indonesia.

“Saat ini, Kemendikbudristek sudah menyiapkan 748 judul buku bacaan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK yang bisa diunduh secara gratis melalui laman Kemendikbudristek,” imbuh dia.

Baca juga: Perempuan berperan penting tingkatkan kecintaan anak pada buku
Baca juga: Bappenas: Literasi dapat bangkitkan ekonomi saat pandemi COVID-19


Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar