Satgas: Tingkatkan kewaspadaan cegah lonjakan kasus COVID-19

Satgas: Tingkatkan kewaspadaan cegah lonjakan kasus COVID-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa (04/05/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak

angka kematian yang meningkat serta angka kesembuhan yang menurun
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kewaspadaan karena perkembangan kasus COVID-19 yang kurang baik dalam beberapa pekan terakhir di Tanah Air.

"Perkembangan COVID-19 yang kurang baik dalam beberapa minggu terakhir yang tercermin dari angka kematian yang meningkat serta angka kesembuhan yang menurun harus menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaannya," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa.

Oleh karena itu, Wiku meminta kepada masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang berlaku.

Selain itu, satuan tugas (satgas) di daerah juga harus memberlakukan pengawasan secara ketat dan segera mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dengan momen Hari Raya Idul Fitri yang akan segera datang.

"Mari kita bersama-sama tingkatkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah sehingga pada momentum hari raya ini kita dapat bersama-sama mencegah terjadinya penularan sehingga kasus COVID-19 dapat ditekan," ujar Wiku.

Baca juga: Satgas sebut kasus COVID-19 kembali naik karena euforia vaksin

Masyarakat juga diminta untuk mematuhi peraturan di mana mudik ditiadakan demi mencegah penularan COVID-19 dan meningkatnya kasus COVID-19 usai Hari Raya Idul Fitri.

Pada perkembangan kasus positif, sembuh dan meninggal mingguan per tanggal 2 Mei 2021, di pekan ini meskipun kasus positif baru kembali mengalami penurunan sebesar 2,1 persen namun perkembangan yang kurang baik terjadi pada angka kematian dan kesembuhan. Angka kematian mengalami kenaikan 3,7 persen dari pekan sebelumnya sedangkan angka kesembuhan mengalami penurunan yang cukup besar yaitu 17,1 persen.

Provinsi yang mengalami kenaikan kasus tertinggi di pekan ini yaitu Riau naik 718, Jawa Barat naik 621, Kepulauan Riau naik 228, Aceh naik 183, dan Nusa Tenggara Barat naik 180 kasus.

Wiku menginginkan agar provinsi-provinsi tersebut segera dapat mengantisipasi adanya kenaikan kasus itu, dan berusaha agar keadaan itu tidak bertahan lama dan diharapkan dapat segera mengalami perbaikan di pekan berikutnya.

Untuk kasus kematian, terdapat lima provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi di pekan ini yaitu Jawa Tengah yang naik 35 kematian, Riau naik 24 kematian, Nusa Tenggara Barat naik 15 kematian dan Nusa Tenggara Timur naik sembilan kematian.

Baca juga: Kemenkes: Prokes di sejumlah daerah tujuan mudik masih rendah

Sementara itu, Wiku menuturkan hal yang perlu menjadi perhatian dan perlu diwaspadai bersama adalah perkembangan pada pekan terakhir yakni periode 23 April sampai dengan 1 Mei 2021 di mana angka kesembuhan tidak lebih tinggi dari jumlah kasus positif baru.

Jumlah kesembuhan cenderung mengalami penurunan yang terjadi seiring dengan penambahan kasus positif baru. Itu menyebabkan angka kasus aktif di Tanah Air cukup stagnan dan tidak lagi mengalami penurunan yang signifikan.

"Hal ini perlu menjadi perhatian kita karena ini artinya tren kasus aktif dapat sewaktu-waktu kembali meningkat jika ke depan tidak ada perbaikan. Tentunya ini menjadi tantangan yang cukup berat untuk kita semuanya mengingat kita akan segera menyambut Hari Raya Idul Fitri pada minggu depan," ujarnya.

Wiku menuturkan seluruh masyarakat harus waspada dan memahami data telah menunjukkan bahwa kenaikan bisa terjadi kapan saja setelah stagnasi terjadi.

Menurut Wiku, apabila penularan COVID-19 di tengah masyarakat kembali tinggi bukan tidak mungkin penambahan kasus positif dapat semakin tinggi dan kasus aktif pun juga dapat kembali meningkat.

Maka dari itu, dia meminta seluruh masyarakat agar dapat kembali disiplin protokol kesehatan dan menghindari bepergian untuk menekan penularan di tengah masyarakat.

"Jangan sampai kita terlena dengan kondisi COVID-19 yang cenderung turun beberapa waktu terakhir karena keadaan ini dapat berubah dengan cepat apabila kita tidak bersama-sama mempertahankannya," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa penularan COVID-19 di tengah masyarakat dapat terjadi lebih cepat dibandingkan waktu yang dibutuhkan untuk dapat sembuh dari COVID-19.

"Saya juga mohon kepada seluruh kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dengan stagnannya angka kesembuhan saya harap dapat bersiap-siap dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan agar apabila kasus positif bertambah dapat segera sembuh dan tidak kembali meningkatkan jumlah kasus aktif," ujarnya.

Baca juga: Kemenkes: 10 provinsi alami peningkatan kasus dalam 4 pekan terakhir
Baca juga: Satgas COVID-19: Mudik apapun bentuknya ditiadakan


 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Doni apresiasi penanganan COVID-19 di zona merah Kota jambi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar