Tersangka pencatut nama Menteri Nadiem segera dipanggil polisi

Tersangka pencatut nama Menteri Nadiem segera dipanggil polisi

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Anwar Makarim dalam sesi podcast bersama Presiden RI Joko Widodo bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, di Jakarta Minggu (2/5/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Kemendikbud/pri.

PTS dengan izin palsu tersebut ada di Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya akan segera memanggil tersangka kasus pemalsuan Surat Keputusan (SK) dan pencatutan nama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim.

"Lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan perannya masing-masing. Nanti akan kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Lima orang tersangka itu diketahui berinisial S, P, NP, M dan RRW. Lima orang tersebut menyandang status tersangka terkait dugaan pemalsuan surat peralihan pengelolahan STIE Kediri ke STIE Painan.

Dalam perjalanannya, Yusri menerangkan, pihak STIE Painan dan STIE Kediri memakai cara-cara yang melawan hukum. Salah satunya memalsukan surat keputusan Kemendikbud-Ristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menemukan perguruan tinggi swasta (PTS) di Banten yang diduga melakukan pemalsuan surat keputusan (SK) izin operasional perguruan tinggi.

"PTS dengan izin palsu tersebut ada di Jawa Timur, kemudian pindah ke Banten,"ujar Sekretaris Jenderal Ditjen Dikti Kemendikbud-Ristek, Paristiyanti Nurwadani, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

PTS tersebut yakni Universitas Painan yang berlokasi di Tangerang, Banten. Universitas tersebut, lanjut dia, telah melanggar ketentuan UU/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Sebanyak lima SK izin operasional yang diduga palsu.

Baca juga: Polda Metro selidiki kasus pencatutan nama Mendikbud Nadiem Makarim
Baca juga: Polisi tetapkan lima tersangka pencatutan nama Menteri Nadiem

 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar