Menko PMK minta segera evakuasi kapal feri karam di Sabu Raijua

Menko PMK minta segera evakuasi kapal feri karam di Sabu Raijua

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau kapal karam di Pelabuhan Seba, Sabu Raijua, NTT, Selasa (4/5). ANTARA/HO-Humas Kemenko PMK.

Saya minta kapal itu segera dievakuasi agar pelabuhan bisa difungsikan kembali
Kupang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta pihak terkait untuk segera mengevakuasi kapal feri Cantika Lestari 10 yang karam di Pelabuhan Seba Kabupaten Sabu Raijua, NTT akibat badai Siklon Seroja pada 3-4 April 2021.

“Saya minta kapal itu segera dievakuasi agar pelabuhan bisa difungsikan kembali,“ kata Muhadjir Effendy di Pulau Sabu Raijua, Selasa.

Baca juga: Menko PMK sebut angka stunting di NTT turun

Sebelumnya, Muhadjir baru saja meninjau lokasi tempat kapal naas di Pelabuhan Seba tersebut. Cantika tampak menjulang dalam posisi miring, karam separo. Kendati faktanya, selain Cantika milik swasta yang karam di Sabu Raijua, siklon tropis juga membuat karam Jatra 1 milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Pelabuhan Bokok yang mengalami benturan sehingga miring dan tenggelam.

Akibat itu dilaporkan adanya korban jiwa dalam musibah yang dialami kapal penyeberangan antarpulau tersebut.

Baca juga: Menko PMK tinjau penanganan dampak bencana alam di Kupang

Beri santunan 

Selain meninjau kapal karam, Muhadjir sebelumnya menemui langsung warga yang terdampak bencana di Pasar Teliha, Kecamatan Sabu.

Didampingi Pejabat Bupati Doris Alexander Rihi, Muhadjir menyapa warga. “Mana maskernya?” serunya kepada warga. Warga yang belum mengenakan masker pun buru-buru memakai masker. Tak luput, ia menyapa anak-anak yang menyambut bersama orang tuanya.

Di sana, Muhadjir bersama pejabat Kemensos dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus menyerahkan bantuan di antaranya ada 200 paket sembako, 99.960 kg cadangan beras pemerintah atau senilai Rp1 miliar lebih serta penyerahan simbolis bantuan kepada tiga ahli waris korban siklon tropis masing-masing Rp15 juta.

Baca juga: Menko PMK kunjungi dua sekolah di Tambolaka NTT

Di antara bantuan lainnya yaitu setiap keluarga mendapat Rp500 ribu selama tiga bulan dari BNPB.

Sementara itu, Menko PMK juga menyatakan belasungkawa kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air di NTT yang meninggal akibat badai siklon tropis seroja.

“Bapak Presiden (Jokowi) memerintahkan kepada saya untuk mengunjungi Pulau Sabu untuk memastikan bantuan-bantuan, baik dari pemda maupun pusat agar tersalurkan dengan baik,” katanya.

Bukan hanya itu, Menko PMK mengajak berdoa agar ujian dari Tuhan ini bisa menjadikan warga Sabu Raijua menjadi semakin kuat dan hebat. Sebagaimana diketahui, bencana badai siklon tropis seroja terjadi 1-5 April 2021.

Baca juga: Kemensos salurkan santunan korban bencana alam di Kabupaten Malaka

Sapuan angin dan hujan kencang mengakibatkan kerusakan besar di beberapa wilayah NTT. Empat di antaranya dikunjungi Menko PMK Muhadjir Effendy pada 3-4 Mei 2021 untuk melakukan pengawasan dan evaluasi proses pemulihan selama sebulan.

Wilayah yang dikunjungi berada di pulau terpisah pisah, yakni Kota-Kabupaten Kupang, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Alor, serta Kabupaten Rote, pulau paling selatan Indonesia. Menko PMK dan rombongan menggunakan pesawat baling-baling Caravan berkapasitas 8 penumpang serta helikopter BNPB.

Selain meninjau lokasi dan korban bencana, Menko PMK juga berdialog soal penanganan stunting di Kota Kupang dan sowan ke Uskup Kupang Monsinyur Petrus Turang.

Dalam kunjungan itu Menko PMK secara bergantian didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Baca juga: BMKG sebut NTT mulai memasuki musim kemarau

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menag & Menko PMK jelaskan alasan penundaan ibadah haji

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar