Dolar AS reli karena sentimen risiko redup setelah pernyataan Yellen

Dolar AS reli karena sentimen risiko redup setelah pernyataan  Yellen

Petugas menghitung mata uang dolar AS . (ANTARA/Rosa Panggabean)

New York (ANTARA) - Dolar AS alami reli mencapai level tertinggi dua minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena sentimen risiko memudar di tengah aksi jual saham, dengan komentar Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan suku bunga mungkin perlu naik untuk mencegah ekonomi Amerika dari overheating juga mendukung greenback.

Yellen, dalam sambutannya pada Selasa (4/5/2021), membuat pernyataan ketika lebih banyak program investasi ekonomi Presiden AS Joe Biden sedang berjalan. Dia mengatakan bahwa pengeluaran tambahan itu kecil dibandingkan dengan ukuran relatif perekonomian.

Daya tarik safe-haven dolar menerima dorongan lebih lanjut karena Nasdaq turun lebih dari 2,0 persen, S&P lebih dari 1,0 persen dan Dow Jones Industrial Average turun 0,3 persen yang kurang curam, dan ketika imbal hasil obligasi pemerintah menurun.

Para analis mengatakan banyak berita baik tentang ekonomi kemungkinan telah dipertimbangkan oleh pasar.

"Setelah meningkat secara dramatis selama kuartal pertama, ekspektasi ekonomi AS telah bertemu dengan kenyataan, yang berarti bahwa kejutan tidak lagi mengarah ke positif," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.

"Bagi banyak investor dan pedagang momentum, beberapa penyeimbangan kembali, menjauh dari mata uang sensitif risiko dan menuju safe-haven, sangat masuk akal pada saat ini," tambahnya.

Kenaikan Selasa (4/5/2021) membalikkan kerugian yang diderita pada Senin setelah laporan survei manufaktur AS yang mengecewakan, meninggalkan dolar 1,0 persen di atas level terendah satu bulan yang dicapai minggu lalu.

Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,3 persen menjadi 91,278. Indeks dolar telah merosot lebih dari 2,0 persen pada April.

"Tidak ada konsensus saat ini tentang apa yang akan terjadi pada dolar selama sisa tahun ini, seperti yang terjadi pada awalnya," kata Tempus Inc dalam catatan penelitian terbarunya.

"Sementara beberapa pedagang melihat dolar AS dengan ruang untuk tumbuh karena imbal hasil obligasi akan lebih tinggi di masa depan saat ekspektasi inflasi meningkat, yang lain percaya dolar sekarang dinilai terlalu tinggi dan hanya akan terus menyusut ketika seluruh dunia berhasil mengejar ketinggalan."

Dolar AS naik 0,8 persen terhadap dolar Australia menjadi 0,7704 dolar AS dan naik 0,9 persen versus dolar Selandia Baru menjadi 0,7138 dolar AS, meskipun harga-harga komoditas secara umum menguat secara keseluruhan.

Euro melemah 0,4 persen terhadap dolar menjadi 1,2013 dolar AS. Terhadap yen, dolar naik 0,2 persen menjadi 109,32 yen.

Sterling merosot 0,1 persen menjadi 1,3881 dolar AS menjelang pertemuan bank sentral Inggris pada Kamis (6/5/2021), yang mungkin mengumumkan perlambatan dalam program pembelian obligasi karena peluncuran vaksin mendukung ekonomi Inggris.

Di sektor mata uang kripto, ethereum didorong ke rekor puncak 3.530 dolar AS pada Selasa (4/5/2021) di tengah meningkatnya minat institusional. Ethereum terakhir turun 1,7 persen pada 3,370 dolar AS.

Dogecoin, dibuat sebagai lelucon untuk pengguna kripto awal, mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar 0,5922 dolar AS. Dogecoin terakhir melonjak 36 persen pada 0,5549 dolar AS, menurut CoinGecko.com.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kerja sama multilateral RI-AS akan meningkat di era Joe Biden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar