Wall Street ditutup beragam, indeks Nasdaq anjlok 261,61 poin

Wall Street ditutup beragam, indeks Nasdaq anjlok 261,61 poin

Wall Street (Reuters)

New York (ANTARA) - Wall Street beragam pada penutupan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Nasdaq berakhir anjlok karena investor membuang saham-saham pertumbuhan megacap untuk mencari perlindungan di bagian pasar yang lebih defensif, di tengah kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga dan ketidakpastian atas laporan pekerjaan yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 19,80 poin atau 0,06 persen, menjadi berakhir di 34.133,03 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 28,00 poin atau 0,67 persen, menjadi menetap di 4.164,66 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 261,61 poin atau 1,88 persen, menjadi berakhir pada 13.633,50 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi merosot 1,89 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor material terangkat 1,04 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Perusahaan terkait teknologi bernilai tinggi termasuk Microsoft Corp, Alphabet Inc, Apple Inc, Amazon.com Inc dan Facebook Inc dilanda aksi jual secara keseluruhan, dengan Apple jatuh paling banyak sebesar 3,54 persen. Philadelphia Semiconductor Index juga turun 1,6 persen.

Volume di bursa AS adalah 12,21 miliar saham, tertinggi dalam lebih dari sebulan.

"Ketika kami mengalami jeda atau mundur, orang cenderung keluar dari saham-saham pertumbuhan beralih ke saham-saham yang lebih defensif," kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab di Austin, Texas.

Sektor material dan keuangan memperpanjang kenaikan sehari sebelumnya, masing-masing naik 1,0 persen dan 0,7 persen, karena investor terus memutar uang ke sektor siklikal.

Komentar Menteri Keuangan Janet Yellen tentang potensi kebutuhan untuk kenaikan suku bunga semakin memperburuk aksi jual saham teknologi, karena investor khawatir suku bunga yang lebih tinggi akan membebani penilaian perusahaan yang sedang berkembang.

“Mungkin suku bunga harus naik sedikit untuk memastikan bahwa ekonomi kita tidak terlalu panas, meskipun pengeluaran tambahan relatif kecil dibandingkan dengan ukuran ekonomi,” katanya dalam komentar yang direkam di sebuah acara virtual oleh The Atlantic.

"Wall Street tidak akan mengetahui apakah Fed membuat kesalahan kebijakan sampai beberapa bulan ke depan dan itu membuat beberapa pedagang gugup," tulis Edward Moya, analis pasar senior di Oanda, menambahkan investor mencari kejelasan tentang pemulihan ekonomi dari laporan penggajian non pertanian pada Jumat (7/5/2021).

Stimulus fiskal, vaksinasi cepat, dan sikap akomodatif Federal Reserve telah mendorong pemulihan ekonomi AS yang kuat dan mendorong Wall Street ke rekor tertinggi tahun ini. Namun demikian, apa yang disebut "pemenang pandemi", baru-baru ini mulai tidak disukai.
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar