Provinsi Alberta Kanada perketat pembatasan COVID-19

Provinsi Alberta Kanada perketat pembatasan COVID-19

Polisi Toronto berjaga di Trinity Bellwoods Park saat pemerintah provinsi bersiap untuk fase selanjutnya pembukaan kembali dari pembatasan akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Toronto, Ontario, Kanada, Minggu (24/5/2020). REUTERS/Carlos Osorio/wsj/djo (REUTERS/CARLOS OSORIO)

Ottawa/Calgary, Alberta, Kanad (ANTARA) - Provinsi Alberta Kanada akan meningkatkan pembatasan yang bertujuan untuk menahan penyebaran COVID-19 karena gelombang ketiga pandemi mengancam sistem rumah sakit dalam beberapa pekan, kata Gubernur Alberta Jason Kenney pada Selasa (4/5).

Langkah-langkah yang lebih ketat termasuk membatasi sekolah untuk pembelajaran secara daring, memerintahkan tempat-tempat kerja dengan wabah COVID-19 untuk tutup selama 10 hari, menutup salon, mengizinkan restoran untuk menawarkan layanan bawa pulang saja dan mengurangi jumlah orang yang diizinkan hadir di pemakaman dan kegiatan keagamaan.

Alberta, yang merupakan pusat industri energi Kanada, memiliki tingkat kasus COVID-19 per kapita tertinggi di negara tersebut. Alberta mengikuti Ontario dan Quebec dalam meningkatkan aturan pembatasan.

"Jika Anda bisa tinggal di rumah, tolong tetap di rumah," kata Kenney dalam konferensi pers.

Perdana Menteri Justin Trudeau pada Selasa (4/5) mengatakan bahwa pemerintah federal menawarkan bantuan apa pun yang dibutuhkan provinsi tersebut untuk mengendalikan situasi dan menjaga keamanan warga Alberta.

Langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat di Alberta dilakukan pada hari yang sama Menteri Pariwisata Kanada Melanie Joly mengatakan negaranya bekerja sama dengan mitra internasional untuk mengembangkan sertifikasi vaksin standar untuk perjalanan.

Kanada saat ini memiliki tingkat infeksi yang lebih tinggi daripada Amerika Serikat saat negara itu meluncurkan vaksin selama gelombang ketiga wabah COVID-19.

Kanada sejauh ini telah menginokulasi penuh hanya 3 persen dari hampir 38 juta penduduknya, meskipun lebih dari 34 persen telah menerima dosis pertama vaksin COVID, dan jutaan dosis datang setiap minggu.

"Jelas seiring dengan vaksinasi yang sedang diluncurkan, kita akan memposisikan diri sebagai negara tujuan yang aman," kata Joly dalam wawancara telepon setelah menghadiri pertemuan virtual dengan rekan-rekan G20-nya pada hari sebelumnya.

Perbatasan darat Kanada dengan Amerika Serikat telah ditutup untuk perjalanan yang tidak penting sejak Maret 2020, dan mereka yang tiba dengan pesawat harus menjalani tes COVID dan dikarantina sendiri.

Gelombang ketiga wabah COVID-19 yang melanda Kanada kini telah meredupkan harapan maskapai penerbangan dan sektor pariwisata untuk memperbarui perjalanan pada musim panas tahun ini.

(Sumber: Reuters)
Baca juga: Kanada akan wajibkan tes negatif COVID-19 untuk penumpang penerbangan
Baca juga: Kanada kurangi pembatasan perbatasan untuk reunifikasi keluarga
Baca juga: AS perpanjang pembatasan perjalanan tidak penting dengan Kanada

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar