Dukungan pemerintah untuk UMKM bisa percepat pemulihan ekonomi

Dukungan pemerintah untuk UMKM bisa percepat pemulihan ekonomi

Perajin menyelesaikan produksi miniatur truk dari limbah kayu di Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, sebagai upaya mendorong dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta pemulihan ekonomi pada masa pandemi COVID-19, pemerintah menambah anggaran subsidi bunga KUR pada 2021 sebesar Rp 7,6 triliun. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Pengembangan kewirausahaan dan kompetensi sangat diperlukan karena berperan penting di dalam perekonomian, khususnya UMKM yang telah berulang kali membuktikan resilience-nya ketika terjadi krisis ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Kebangkitan perekonomian Indonesia dinilai bisa dimulai dari dukungan baik berupa pendanaan maupun dukungan teknis lain kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kebijakan pemerintah yang melanjutkan stimulus untuk pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah pandemi merupakan langkah yang tepat karena diberikan berupa subsidi suku bunga, bantuan langsung pembiayaan, termasuk fasilitas masuk ke e-commerce atau market place.

"Pengembangan kewirausahaan dan kompetensi sangat diperlukan karena berperan penting di dalam perekonomian, khususnya UMKM yang telah berulang kali membuktikan resilience-nya ketika terjadi krisis ekonomi," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Untuk itu ujar Arsjad, Kadin dapat memainkan peran strategis dalam menjadi katalisator bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya.

Hal ini bisa dicapai antara lain dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman dan melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda. Kemudian, juga mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pengusaha kita melalui program vocational training.

Menurutnya, di era digital seperti saat ini perlu mengakselerasi ekosistem usaha yang berbasiskan data dan ekonomi digital, karena teknologi digital telah mengubah cara berusaha dan berinteraksi dengan konsumen sehingga perlu beradaptasi.

Ia juga mendorong semua pihak untuk terus mengembangkan kewirausahaan sosial dengan menerapkan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan untuk memberikan dampak positif pada masyarakat, khususnya masyarakat kelas ekonomi bawah dan yang terpinggirkan.

Kadin juga berperanan dalam mengakselerasi transformasi Society 5.0, demi mendukung percepatan Industri Digital 4.0. Di Society 5.0, manusia memegang peranan yang lebih sentral, dan teknologi dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, tapi juga memecahkan masalah-masalah sosial yang ada.

“Kunci untuk bangkit adalah pendanaan dan investasi. Karena itu setiap UMKM juga didorong agar tidak ada biaya-biaya tambahan,” kata Arsjad.

Sementara itu, Ekonom senior Piter Abdullah menilai bahwa stimulus dari Pemerintah merupakan yang utama untuk membantu UMKM agar dampak pandemi tidak terlalu parah.

"Perlu perbaikan agar stimulus makin optimal dan memberi dampak luas. Karena, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki agar stimulus menjadi tepat sasaran, tepat waktu dan tepat manfaat," ujar Piter.

Menurutnya, saat ini banyak pengusaha besar yang kesulitan akibat pandemi sehingga sulit diminta untuk bisa membantu UMKM.

“Di sinilah peran Pemerintah sangat dibutuhkan sektor UMKM agar mampu terus bertahan dan berkembang serta dapat memperluas inovasi agar selalu terkoneksi dengan pasar,” katanya.

Baca juga: Kadin: Vaksinasi gotong royong dimulai pekan depan
Baca juga: Kadin : Sektor UMKM punya daya ungkit ekonomi
Baca juga: Anindya Bakrie ajak pengusaha Sumbar naik kelas menjadi industriawan


Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kadin Sultra gelar Pasar Murah Ramadhan untuk stabilkan harga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar