Olimpiade

Orang tertua di dunia mundur dari kirab obor Olimpiade

Orang tertua di dunia mundur dari kirab obor Olimpiade

Kane Tanaka, lahir tahun 1903, tersenyum saat perayaan ulang tahunnya yang ke 117 di Fukuoka, Jepang, 5 Januari 2020. (Kyodo/via REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Orang tertua di dunia, seorang wanita Jepang berusia 118 tahun, telah memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam kirab obor Olimpiade Tokyo 2020 karena kekhawatiran pandemi, Kyodo melaporkan, Rabu.

Kane Tanaka, yang dianugerahi Guiness World Guiness, dijadwalkan menjadi salah satu peserta estafet di Fukuoka di Jepang selatan, yang akan dimulai pada 11 Mei.

"Kami menerima email dari keluarganya yang mengatakan dia ingin mundur dari estafet karena dia dan keluarganya khawatir menyebarkan virus tersebut di panti jompo," kata pengurus panti jompo.

Baca juga: Enam staf kirab obor Olimpiade Tokyo didiagnosis COVID-19

Estafet obor Olimpiade, yang dimulai pada Maret, terganggu dengan melonjaknya kasus COVID-19 di Jepang. Enam orang yang membantu estafet obor didiagnosis dengan COVID-19, menurut penyelenggara Tokyo 2020, Minggu (2/5), sehingga jumlah total kasus COVID-19 dalam penyelenggaraan acara tersebut menjadi delapan.

Beberapa selebriti yang akan ambil bagian telah mengundurkan diri dari kirab obor karena alasan keamanan di tengah pandemi.

Jepang bulan lalu mengumumkan keadaan darurat COVID-19 untuk sejumlah kota dengan populasi yang padat, termasuk Tokyo dan Osaka, dalam upaya menekan penyebaran virus corona.

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan perpanjangan status darurat di kota-kota besar.

Baca juga: Panitia Olimpiade redam kekhawatiran uji coba marathon di Sapporo
Baca juga: Tidak ada opsi pembatalan, penyelenggara optimistis Olimpiade digelar
Baca juga: Jepang tak mau Olimpiade bebani sistem medis

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PBSIĀ gelar pertandingan simulasi Olimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar