Ekonom ungkap kunci wujudkan ekonomi triwulan II tumbuh positif

Ekonom ungkap kunci wujudkan ekonomi triwulan II tumbuh positif

Kendaraan melaju di antara gedung bertingkat di kawasan Pancoran, Jakarta, Sabtu (20/3/2021). Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 akan mencapai 4,9 persen, prediksi ini naik dari ramalan sebelumnya yang hanya empat persen. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Perkiraan tumbuh di kuartal ke II berkisar 1 persen sampai 2 persen
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan beberapa kunci agar ekonomi triwulan II-2021 dapat tumbuh positif sekitar 1 persen sampai 2 persen setelah triwulan I mengalami kontraksi 0,74 persen (yoy).

“Perkiraan tumbuh di kuartal ke II berkisar 1 persen sampai 2 persen,” katanya kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Bhima menyatakan salah satu kunci agar ekonomi triwulan II tumbuh positif adalah pemerintah harus melanjutkan program perlindungan sosial seperti bantuan subsidi upah yang diperlukan spesifik ke pekerja sektor informal, transportasi dan pariwisata.

Berikutnya adalah mempercepat serapan anggaran khususnya di tingkat pemerintah daerah karena mereka masih melakukan pola anggaran yang sama dengan tahun lalu yakni menyimpan uang di bank sebesar Rp182 triliun.

“Kalau pemda belum support maka ekonomi di daerah juga sulit pulih lebih cepat. Sense of crisis dari pemerintah terlalu rendah,” ujarnya.

Kemudian, meningkatkan investasi berkualitas yang mampu menyerap banyak tenaga kerja agar roda perekonomian semakin membaik mengingat pandemi COVID-19 menyebabkan jumlah pengangguran di Indonesia meningkat tajam.

Selanjutnya adalah pemerintah harus memfokuskan insentif perpajakan kepada sisi permintaan misalnya PPN 10 persen ditanggung pemerintah sehingga masyarakat makin semangat belanja.

Tak hanya itu, ekspor juga menjadi game changer untuk triwulan II karena pertumbuhannya menggembirakan yakni naik 6,74 persen (yoy) dilatarbelakangi oleh pasar utama yaitu China, AS dan Singapura mengalami pemulihan yang cepat.

“Permintaan bahan baku dan barang penolong ke negara industri turut dongkrak harga komoditas CPO dan pertambangan. Momentum ini harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Baca juga: BPS: Kinerja ekspor dan konsumsi pemerintah positif triwulan I-2021
Baca juga: Kemenkeu sebut pertumbuhan triwulan I indikasikan pemulihan yang solid
Baca juga: BPS: Enam sektor lapangan usaha topang ekonomi triwulan I-2021

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kalsel dorong pertumbuhan UMKM berbasis ekonomi syariah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar