Kemenparekraf tampilkan 20 karya terpilih Modest FFFund 2021

Kemenparekraf tampilkan 20 karya terpilih Modest FFFund 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama dengan para jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memamerkan rangkaian busana Muslim terpilih di Modest FFFund 2021, di Jakarta, Rabu (5/5/2021). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menampilkan karya-karya dari 20 karya atau brand terpilih dari program Modest Fashion Founders Fund (ModestFFFund) 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, perhelatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendukung pelaku bisnis fesyen Indonesia agar bisa tumbuh (scale-up) ke jenjang yang lebih tinggi dan bersaing di kancah internasional.

"Menjadi salah satu upaya kita mencetak creative-preneur dan fashion-preneur yang bisa membuka lapangan kerja, dan di momen Ramadhan ini bisa terbantukan dari segi promosi dan pendanaannya. Diharapkan ekonomi kita kembali pulih dan Indonesia bisa menjadi episentrum Muslim modest fashion di dunia di tahun 2024, juga sebagai produsen halal terbesar dunia," kata Menparekraf di Jakarta, Rabu.

Menambahkan, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo mengatakan, brand yang terpilih ini dinilai memiliki merek serta prospek bisnis yang kuat.

Baca juga: Gubernur Jatim: Vaksinasi dorong kegiatan ekonomi termasuk fesyen

"Kami sadar bahwa masih sedikit brand yang bisa kuat secara seimbang baik dari sisi fashion dan bisnis. Harapan kami semoga ModestFFFUND bisa benar-benar melahirkan para bintang baru yang bisa menjadi aset kebanggaan negeri di kemudian hari," kata Fadjar.

Ada pun 20 merek tersebut adalah Tatuis, Sylvie Romy, Yumnasa, Kakha Series, Ederra Indonesia, Khanaan Shamlan, Estetik Batik, Celosia Etnik, Ritz Syari, Afsheen Syadza, Ranuni, Markonah, Hia Everywear, Zly & Bellichi, My Daily Hijab, GKarawo, Ozzy Batik, Wiranti Kurnia, Jawade dan Dama Kara

Fadjar menuturkan, ke-20 merek ini telah dibekali dengan berbagai pengetahuan soal fashion yang diajarkan langsung oleh para praktisi dan ahli dalam rangkaian seminar dan pelatihan daring dan luring pada 19-3 April.

Sementara co-founder #Markamarie yang merupakan mentor utama dan co-insiator dari program ini, Franka Soeria, menambahkan, tahun ini ModestFFFUND lebih menekankan pada sisi digital.

Hal ini terbukti dengan kerja sama antara ModestFFFUND dengan Tokopedia untuk melaksanakan bazaar online di tanggal 5-6 Mei berjudul Ramadan in Style X ModestFFFUND.

"ModestFFFUND 2021 sangat all-out memberikan pendampingan langsung dari para praktisi. Para finalis tidak hanya berasal dari Jakarta namun juga daerah. Kami harap bukan hanya mereka menjadi lebih kaya ilmu namun juga program ini dapat membuka network baru yang sangat berguna bagi bisnis mereka di kemudian hari," kata Franka.

Selain itu, dalam acara Final ModestFFFUND ini juga akan dilaksanakan penandatangan MOU antara BSI (Bank Syariah Indoneia) dengan Kemenparekraf/Baparekraf yang akan ditandatangani oleh Fadjar Hutomo selaku Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Direktur Retail Banking BSI, Kokok Alun Akbar.

Baca juga: MUFFEST 2021 diharapkan bangkitkan sektor fesyen Bekasi

Baca juga: Batik tulis "ready to wear" hiasi panggung MUFFEST 2021

Baca juga: BLK Kendari tampilkan 12 busana tenun Sultra di Muffest Yogyakarta

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Disbudpar Jambi siapkan konsep baru Festival Sungai Batanghari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar