Saham China berakhir lebih rendah karena ketegangan Tiongkok-Barat

Saham China berakhir lebih rendah karena ketegangan Tiongkok-Barat

Investor memantau pergerakan Indeks Shanghai di bursa saham China. ANTARA/REUTERS/Jason Lee/am.

Peluang peningkatan selera risiko saat ini rendah mengingat valuasi yang sudah ketinggian di beberapa pasar
Shanghai (ANTARA) - Saham China turun pada Kamis karena ketegangan Tiongkok-Barat dan penurunan saham-saham perusahaan perawatan kesehatan menyusul kembalinya investor setelah libur Hari Buruh.

Indeks saham unggulan CSI300 turun 1,2 persen menjadi 5.061,12, sedangkan indeks Shanghai Composite turun 0,2 persen menjadi 3.441,28 poin.

Indeks papan pengembangan teknologi ChiNext turun 2,5 persen, sementara indeks STAR50 Shanghai tergelincir 0,9 persen.

Indeks perawatan kesehatan CSI300 melemah paling tajam, yakni turun 4,1 persen karena pembuat vaksin melemah setelah Presiden AS Joe Biden memberikan dukungannya di balik pembebasan hak kekayaan intelektual untuk vaksin COVID-19.

Baca juga: Saham China dibuka melemah pascalibur panjang Hari Buruh

Kondisi likuiditas domestik China sedikit mengetat dibandingkan dengan Maret dan April, karena suku bunga dapat dengan mudah naik dan akan sulit untuk diturunkan, sementara ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut dalam imbal hasil obligasi treasury AS, analis Founder Securities mengatakan dalam sebuah laporan, dikutip dari Reuters.

Peluang peningkatan selera risiko saat ini rendah mengingat valuasi yang sudah ketinggian di beberapa pasar, sementara itu sulit untuk melihat perubahan arah dalam hubungan Sino-AS, pialang menambahkan.

Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mengatakan pada hari Rabu bahwa dia mengharapkan untuk terlibat "dalam waktu dekat" dengan para pejabat China untuk menilai implementasi kesepakatan dagang "Fase 1" antara kedua negara, yang bisa mempengaruhi nasib pengenaan hukuman tarif oleh Washington terhadap Beijing.

Ketegangan antara China dan negara barat lainnya juga memperburuk sentimen.

Uni Eropa pada hari Rabu mengambil langkah-langkah untuk berjaga-jaga terhadap persaingan ekonomi dari China yang dianggap tidak adil, sebuah tanda meningkatnya ketidakpercayaan setelah sanksi Barat atas pelanggaran hak asasi dan pembalasan China.

China "tanpa batas" pada Kamis menangguhkan semua aktivitas di bawah Dialog Ekonomi Strategis China-Australia, kata perencana ekonomi negara bagiannya, kemunduran terbaru untuk hubungan mereka yang tegang.

Baca juga: IHSG diprediksi naik didorong berlanjutnya aksi beli asing
Baca juga: Wall Street bervariasi, Dow ditutup di rekor tertinggi


Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar