Kemenhub ajak warga bijak bermobilitas cegah penularan COVID-19

Kemenhub ajak warga bijak bermobilitas cegah penularan COVID-19

Staf Khusus Menteri Perhubungan/Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati berbicara dalam konferensi pers virtual Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung, Jakarta, Kamis (06/05/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

hal-hal yang mendasar ini mungkin masih bisa kita lakukan
Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Menteri Perhubungan/Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengajak masyarakat untuk bijak melakukan mobilitas dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

"Sebenarnya kuncinya di saat pandemi ini yang perlu diingat oleh masyarakat adalah bijaklah melakukan mobilitas. Mobilitas itu bisa untuk apa saja, untuk perjalanan wisata, untuk perjalanan mudik atau perjalanan yang lain," kata Adita dalam konferensi pers virtual Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung, Jakarta, Kamis.

Adita mengatakan masyarakat perlu lebih bijak untuk mempertimbangkan apakah suatu perjalanan memang prioritas untuk dilakukan.

"Kalau memang itu hubungannya dengan pekerjaan mencari nafkah hal-hal yang mendasar ini mungkin masih bisa kita lakukan, tetapi apabila mobilitas atau berpergiannya itu apalagi dalam jumlah banyak, bertemu dengan orang banyak, ini yang sebenarnya perlu kita pertimbangkan lagi," tutur Adita.

Sebagai penyedia layanan transportasi dan juga yang menyediakan infrastruktur transportasi, Kementerian Perhubungan tentu tidak ingin transportasi menjadi sumber penularan COVID-19.

Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menahan laju penumpang yang akan melakukan perjalanan. Larangan mudik harus dipatuhi sebagai upaya untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 di kemudian hari.

Menurut Adita, sebenarnya skrining untuk yang bisa melakukan perjalanan dimulai dari anggota masyarakat sendiri bukan karena ada larangan atau sanksi tapi lebih kepada kesadaran bahwa bermobilitas saat ini adalah hal yang sebenarnya punya dampak terhadap lonjakan kasus COVID-19.

Jika seluruh masyarakat memahami dan memiliki kesadaran terhadap bahaya dari kegiatan mobilitas tinggi dan mudik maka masyarakat sendiri akan bisa memutuskan untuk berhati-hati dan lebih bijak melakukan perjalanan untuk menghindari penularan COVID-19 dan memastikan bahwa calon penumpang tersebut sudah lulus tes dan dinyatakan negatif COVID-19.

Baca juga: Kemenhub awasi pergerakan masyarakat lewat posko di sejumlah titik

Baca juga: Menhub optimis pengendalian transportasi masa Idul Fitri berjalan baik


Baca juga: Organda: Bus Berstiker langkah solutif di tengah larangan mudik

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pelarangan mudik selesai, Bandara Malikussaleh dipadati penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar