Wall Street menguat, Dow melonjak ke rekor tertinggi

Wall Street menguat, Dow melonjak ke rekor tertinggi

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri.

Investor didorong oleh suku bunga rendah dan stimulus yang diberikan pemerintah ke dalam perekonomian. Kami juga melihat peningkatan substansial dalam proyeksi ekonomi dan perkiraan laba
New York (ANTARA) - Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di rekor tertinggi didukung laporan klaim pengangguran mingguan yang positif.

Sementara saham pembuat vaksin merosot setelah Presiden AS Joe Biden mendukung rencana untuk membebaskan hak paten atas suntikan COVID-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 318,19 poin atau 0,93 persen, menjadi ditutup pada 34.548,53 poin, mencatat rekor penutupan baru. Indeks S&P 500 bertambah 34,03 poin atau 0,82 persen, menjadi menetap di 4.201,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 50,42 poin atau 0,37 persen menjadi berakhir di 13.632,84 poin.

Saham 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan terangkat 1,43 persen, memimpin kenaikan.

Diangkat oleh saham Apple Inc, S&P 500 menguat setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran mencapai 498.000 disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 1 Mei, dibandingkan dengan 590.000 pada minggu sebelumnya.

Investor menunggu laporan penggajian non-pertanian yang lebih komprehensif pada Jumat waktu setempat untuk petunjuk tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan kemungkinan sikap Federal Reserve AS tentang kebijakan moneter.

“Investor didorong oleh suku bunga rendah dan stimulus yang diberikan pemerintah ke dalam perekonomian. Kami juga melihat peningkatan substansial dalam proyeksi ekonomi dan perkiraan laba," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research.

Perusahaan-perusahaan farmasi turun setelah Gedung Putih mengatakan Biden membuat keputusan untuk mendukung usulan pembebasan hak kekayaan intelektual vaksin COVID-19.

Saham Pfizer Inc dan Moderna Inc turun 1,0 persen atau lebih. Johnson & Johnson dan Novavax Inc berakhir lebih tinggi setelah menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif.

Indeks bioteknologi Nasdaq turun 0,4 persen. Saham Moderna memangkas beberapa kerugian setelah mengatakan negara-negara di seluruh dunia akan terus membeli vaksin COVID-19 selama bertahun-tahun sekalipun hak paten atas suntikan tersebut dibebaskan.

“Salah satu sektor yang kami lihat banyak peluangnya adalah sektor keuangan. Kami melihatnya sebagai salah satu yang akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang lebih tinggi dan pemulihan ekonomi yang lebih kuat,” kata Ann Guntli, manajer portofolio di RMB Capital yang berbasis di Chicago.

Microsoft Corp, Apple AAPL.O, Facebook dan Amazon.com Inc naik lebih dari 1,0 persen.

Baca juga: Wall Street bervariasi, Dow ditutup di rekor tertinggi
Baca juga: Wall Street dibuka lebih rendah karena penurunan saham teknologi
Baca juga: Wall Street berakhir jatuh, terseret sektor teknologi dan energi

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pulihkan parekraf, Sandiaga Uno akan terapkan big data

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar