Wamen BUMN sebut nilai transaksi wakaf 2020 lewat BSI rendah

Wamen BUMN sebut nilai transaksi wakaf 2020 lewat BSI rendah

Tangkapan layar Wakil Menteri 1 BUMN Pahala N. Mansury dalam acara Webinar Wakaf Produktif di Jakarta, Jumat (7/5/2021). ANTARA/AstridFaidlatulHabibah.

Sepanjang 2020 memang total volume transaksi konsolidasi wakaf melalui BSI masih cukup kecil yaitu hanya sebesar Rp3 miliar
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri 1 BUMN Pahala N. Mansury menyebutkan nilai total transaksi wakaf secara konsolidasi yang dilakukan melalui PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk sepanjang 2020 masih rendah yaitu hanya Rp3 miliar dari 23 ribu transaksi.

“Sepanjang 2020 memang total volume transaksi konsolidasi wakaf melalui BSI masih cukup kecil yaitu hanya sebesar Rp3 miliar,” katanya dalam acara Webinar Wakaf Produktif di Jakarta, Jumat.

Meski demikian, Pahala menyatakan total transaksi wakaf sebanyak 23 ribu tersebut sudah tergolong cukup baik hanya saja nilainya yang masih kecil.

Oleh sebab itu, ia menuturkan pihaknya akan mendukung kegiatan Gerakan Wakaf Uang Nasional (GWNU) yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 25 Januari 2021.

Ia merinci upaya yang dilakukan BUMN meliputi program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibiliy (CSR) dan peningkatan akses masyarakat terhadap wakaf melalui platform digital.

Ia mengatakan saat ini Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menjalin kerjasama dengan berbagai mitra dalam rangka menyalurkan dana wakaf yang dihimpun melalui aplikasi dan platform digital.

Pahala berharap melalui tersedianya platform digital ini akan mampu memudahkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan mereka melakukan wakaf.

Ia menambahkan, upaya juga akan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang lebih baik sehingga dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai platform digital maka nilai transaksi akan terus bertambah.

Hal itu sejalan dengan tingkat skor indeks literasi wakaf nasional pada 2020 hanya sebesar 50,48 yang tergolong dalam kuadran rendah.

Padahal, Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia sehingga melalui sosialisasi yang lebih baik dapat berkontribusi untuk meningkatkan pemahaman, literasi, dan partisipasi masyarakat terhadap wakaf.

“Kami harapkan nilai ini akan terus bertambah dengan semakin tingginya akses dan literasi masyarakat terhadap wakaf,” katanya.

Baca juga: Wakaf uang dinilai sebagai terobosan untuk pengembangan dana abadi
Baca juga: Tokopedia luncurkan fitur Wakaf Uang bantu pemerataan ekonomi syariah
Baca juga: Sri Mulyani paparkan peningkatan peran ekonomi syariah di Indonesia

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres: Pengelolaan wakaf digital tingkatkan kepercayaan publik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar