PLN merelokasi kabel bawah tanah Ketapang-Mangga Besar

PLN merelokasi kabel bawah tanah Ketapang-Mangga Besar

Aktivitas pengerjaan proyek MRT Fase II Bundaran HI - Kota, di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Sabtu (6/3/2021). Jalur angkutan massal MRT Fase II sepanjang 5,8 KM ini, ditargetkan selesai pada Maret 2025. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww

Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) mengapresiasi PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat yang telah berhasil melaksanakan pemberian tegangan (energize) dan merelokasi Underground Cable (UGC) 150 kV Ketapang-Mangga Besar.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengatakan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan ini akan sangat mendukung pembangunan Stasiun Sawah Besar yang menjadi bagian dari MRT Jakarta Fase 2 dengan aman dan tepat waktu mengingat kondisi lalu lintas yang padat serta ketersediaan ruang yang terbatas di kawasan tersebut.

"MRT Jakarta mengucapkan terima kasih kepada PT PLN melalui PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat telah menyelesaikan pekerjaan 'energize' dan relokasi Underground Cable (UGC) 150 kV Ketapang-Mangga Besar demi kelancaran proyek MRT Jakarta Fase 2," kata William di Jakarta, Jumat.

William mengatakan proyek pekerjaan ini juga merupakan salah satu upaya PT PLN (Persero) untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di kawasan Ring 1 Ibu Kota.

Pemberian tegangan dan Relokasi Underground Cable (UGC) 150 kV Ketapang-Mangga Besar yang dilaksanakan sejak November 2020 telah selesai dan beroperasi pada 4 Mei 2021 dengan panjang 0,32 KMS.

Baca juga: JakLingko targetkan integrasi transportasi DKI Jakarta Agustus 2021
Baca juga: MRT Jakarta lakukan rekayasa lalu lintas Gajah Mada sampai Kota Tua
Pekerja menggarap proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengungkapkan progres fisik MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 15,36 persen. Contract Paket (CP) 201 tersebut meliputi pembangunan Stasiun Thamrin, Stasiun Monas dan juga tunneling atau terowongan dari Bundaran HI sampai Harmoni per 25 April 2021. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.
Proyek pekerjaan ini dilaksanakan menggunakan metode Horizontal Directional Drilling (HDD).

PT PLN telah turut serta berkontribusi sejak pembangunan MRT Jakarta Fase 1 hingga beroperasi saat ini dalam menyediakan infrastruktur jaringan kelistrikan untuk mendukung kebutuhan pasokan listrik MRT Jakarta.

Keberhasilan yang telah diraih MRT Jakarta hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan dan juga masyarakat.

Ke depannya, MRT Jakarta berkomitmen akan terus menjadi platform kolaborasi degan berbagai pihak untuk lebih banyak lagi mendorong peningkatan nilai secara berkesinambungan demi mewujudkan impian akan hadirnya transportasi publik berkualitas yang dapat memberikan pelayanan dan membawa perubahan gaya hidup bagi masyarakat Jakarta.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menengok penukaran sampah anorganik di Stasiun MRT Blok M

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar