DPR apresiasi Kemenhub siapkan kapal laut bagi pekerja migran mudik

DPR apresiasi Kemenhub siapkan kapal laut bagi pekerja migran mudik

Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat. ANTARA/HO-Humas Fraksi PKS

Saya berikan apresiasi kepada Kemenhub yang akan menyiapkan kapal laut bersubsidi untuk para PMI (Pekerja Migran Indonesia) pulang ke daerahnya masing-masing
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat mengapresiasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menyiapkan kapal laut bersubsidi untuk mengantarkan pekerja migran Indonesia yang baru tiba dari Malaysia dan Singapura serta menjalani karantina di Batam sebelum kembali ke daerah asal.

"Saya berikan apresiasi kepada Kemenhub yang akan menyiapkan kapal laut bersubsidi untuk para PMI (Pekerja Migran Indonesia) pulang ke daerahnya masing-masing," kata Toriq Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Toriq memaparkan di dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 disebutkan bahwa larangan penggunaan transportasi laut dikecualikan di antaranya bagi pemulangan PMI.

Ia mengungkapkan dari catatan Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri saat ini masih terdapat sekitar 700 orang PMI yang menjalani karantina di Batam, sebagai upaya memutus mata rantai penularan pandemi COVID-19. Selain itu, ujar dia, ada sebanyak 69 orang dinyatakan positif dalam perawatan.

Baca juga: Indonesia dan Malaysia matangkan kerja sama penempatan pekerja migran

"Saya berharap PMI yang dipulangkan adalah mereka yang dua kali tes usap COVID-19 hasilnya negatif. Tidak boleh ada mafia karantina," kata Toriq.

Anggota Tim Pengawas DPR RI Terhadap Perlindungan Pekerja Migran Indonesia itu juga menyebutkan ke depannya pekerjaan pemulangan PMI akan semakin berat, karena jumlahnya terus bertambah sehingga diharapkan berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki tupoksi terkait PMI agar terus berkoordinasi.

Ia juga menekankan pentingnya agar kebijakan larangan mudik periode 6-17 Mei juga harus terus disosialisasikan kepada WNI yang ada di luar negeri.

"Diharapkan Kementerian Tenaga Kerja sebagai leading sector PMI, mengimbau PMI untuk menunda mudik Lebaran pada tahun ini," harap Toriq.

Baca juga: Pemerintah jadwalkan empat pelayaran pulangkan pekerja migran

Baca juga: Pekerja migran NTB diizinkan menyeberang di Pelabuhan Padangbai-Bali

Baca juga: Penerbangan terakhir AOMI pulangkan 290 pekerja migran


 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Transparansi sistem sebagai solusi perekrutan yang aman bagi pekerja migran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar