Kasus positif COVID-19 di Pasaman Barat tertinggi sejak 2020

Kasus positif COVID-19 di Pasaman Barat tertinggi sejak 2020

Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto Risnawanto didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edi Busti dan Juru Bicara COVID-19 Gina Alecia saat menyampaikan perkembangan kasus COVID-19, Jumat.(ANTARA)

Kita segera membentuk Satuan Tugas COVID-19 tingkat nagari
Simpang Empat,- (ANTARA) - Kasus COVID-19 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat meningkat drastis pada Jumat sebanyak 31 orang terpapar positif virus tersebut dan satu orang meninggal dunia, Jumat.

"Hari ini penambahan jumlah kasus tertinggi COVID-19 di Pasaman Barat. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua," kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edi Busti dan Juru Bicara COVID-19 Gina Alecia di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan sebanyak 31 orang tambahan itu diduga kontak langsung dengan pasien positif sebelumnya dan ada juga pelaku perjalanan. "Hari ini penambahan jumlah kasus tertinggi COVID-19 di Pasaman Barat. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua," katanya.

Ia menyebutkan pihaknya segera melaksanakan langkah cepat proses pelacakan atau traking untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Pasaman Barat.

"Pasien positif itu direncanakan di isolasi pada Diklat Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Talu," sebutnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, positif COVID-19 di Pasaman Barat tambah 15 kasus

Baca juga: Satu bayi perempuan di Pasaman Barat-Sumbar positif COVID-19

Untuk itu, katanya ia mengajak semua lapisan masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Selain memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak juga dapat menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan di luar rumah. Kemudian juga membatasi kegiatan sosial dan hiburan yang akan menimbulkan kerumunan.

Pihaknya juga menginstruksikan kepada pemerintah nagari atau desa sesuai PMK 17 tahun 2021 bahwa delapan persen dari dana desa wajib digunakan untuk penanganan COVID-19.

"Kita segera membentuk Satuan Tugas COVID-19 tingkat nagari atau desa. Mari bersama-sama memberantas penyebaran COVID-19," ajaknya.

Juru Bicara COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia menambahkan hingga Jumat (7/5) total kasus COVID-19 mencapai 781, sembuh 662 orang, meninggal 45 orang dan dikarantina atau dirawat 74 orang.

"Mari kita saling bekerja sama dalam menghambat laju penularan COVID-19 ini dengan selalu bersikap kooperatif serta selalu bersikap tenang," harapnya.

Baca juga: Seorang kepala sekolah di Pasaman Barat positif COVID-19

Baca juga: 275 orang pasien positif COVID-19 di Pasaman Barat sembuh

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kasus positif COVID-19 RI per 24 Juli bertambah 45.416

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar