Saham Hong Kong merosot, tertekan teknologi dan ketegangan China-Barat

Saham Hong Kong merosot, tertekan teknologi dan ketegangan China-Barat

Ilustrasi - Seorang pria memakai masker pelindung saat ia berjalan melewati layar yang menampilkan harga saham Hang Seng Index saat perdagangan pagi, menyusul penyebaran virus korona (COVID-19), di Hong Kong, China, Jumat (13/3/2020). ANTARA/REUTERS/TYRONE SIU.

Jakarta (ANTARA) - Saham Hong Kong tergelincir pada hari Jumat untuk membukukan kerugian mingguan, tertekan oleh penurunan saham-saham perusahaan teknologi yang sensitif terhadap ketegangan antara China dan Barat.

Pada penutupan perdagangan, Indeks Hang Seng turun 26,81 poin atau 0,09 persen menjadi 28.610,65. Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,53 persen menjadi 10.699.

Selama sepekan ini, Indeks Hang Seng tergelincir 0,4 persen, sementara HSCE turun 1,2 persen.

Indeks teknologi Hang Seng turun 2,2 persen pada hari Jumat, setelah turun 4,3 persen untuk minggu ini, di tengah ketegangan antara Beijing dan Barat.

China telah menyetujui perdagangan ETF (exchange-traded funds) pertama yang dikeluarkan manajer investasi lokal yang didasarkan pada Indeks Hang Seng TECH Hong Kong, kata media pemerintah, memberi investor China akses yang lebih besar ke saham-saham terkenal seperti Alibaba dan Tencent.

Baca juga: Saham China akhir pekan anjlok, tertekan valuasi yang ketinggian

Data historis menunjukkan ada "efek kalender" di pasar saham Hong Kong dimana ada beberapa tekanan selama bulan Mei, yang membuat saham-A dan saham-saham AS cenderung melemah, analis Everbright Securities mengatakan dalam sebuah catatan.

Namun demikian pialang mengharapkan aliran ke selatan dari investor China daratan dan arus masuk investor asing akan berlanjut di bulan Mei, berkat valuasi saham yang rendah di bursa Hong Kong, membantu mendukung pasar.

Di sisi lain, tidak ada reaksi terhadap data dan survei terbaru yang menunjukkan pemulihan ekonomi China yang solid.

Baca juga: Saham Eropa cetak rekor tertinggi, terkerek Adidas dan ekonomi Jerman

China memperpanjang kinerja perdagangannya yang mengesankan pada bulan April, dengan ekspor yang mengalami percepatan secara tak terduga dan pertumbuhan impor mencapai tertinggi satu dekade, mendorong penguatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang menguat 0,32 persen, sedangkan Indeks Nikkei Jepang berakhir naik 0,09 persen.

Yuan dikutip pada 6,4608 per dolar AS pada 08:08 GMT, 0,04 persen lebih kuat dari penutupan sebelumnya pada 6,4631.

Pada penutupan, saham-A China diperdagangkan dengan premi 34,87 persen dibandingkan saham-H yang terdaftar di Hong Kong.

Baca juga: Saham Hong Kong naik ditopang energi
 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Waskita Karya jual saham tol di Sumut ke investor Hong Kong Rp824 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar